Klub Prilly Latuconsina Persikota FC Bantah Aksi Rasisme

Instagram/@persikotafc1994
Persikota FC
Penulis: Hadi Mulyono
25/2/2022, 10.36 WIB

ZIGI – Klub sepak bola Prilly Latuconsina yakni Persikota Tangerang tengah tersandung dugaan kasus rasisme. Hal itu diduga dilakukan oleh sejumlah supporter tim berjuluk bayi ajaib tersebut saat bertanding melawan Belitong FC di Stadion Benteng, Tangerang.

Seperti apa kronologi kasus rasisme yang diduga melibatkan supporter Persikota FC tersebut? Yuk, langsung saja simak berita selengkapnya di bawah ini.

Baca Juga: Resmi Beli Persikota FC, Prilly Latuconsina Langsung Kerja di Lapangan

Diduga Sebut Pemain ‘Monyet’

Persepakbolaan Indonesia seakan tidak pernah kehabisan masalah. Kali ini, hinaan rasis diduga dialami pemain dan pelatih asal Papua Rivaldo Wally dan Ardiles Rumbiak, pada babak 32 besar liga 3 antara Belitong FC versus Persikota Tangerang.

Rivaldo Wally dan Ardiles Rumbiak mengaku jadi sasaran rasis yang dilakukan beberapa pemain cadangan dan suporter Persikota Tangerang. Para pemain Belitong FC mengungkapkan dihina dengan sebutan monyet.

"Kami manusia bukan monyet, kami orang Indonesia. Stop rasis kepada kami orang Papua," kata Ardiles Rumbiak pelatih Belitong FC dalam keterangan pers dikutip dari akun Twitter @MafiaWasit, Jumat, 25 Februari 2022.

Ardiles menyayangkan tindakan tersebut masih terjadi khususnya bagi pemain-pemain Papua. Jika dilihat, bakat-bakat Papua selalu memberi kontribusi besar kepada Timnas Indonesia sehingga pihak Belitong FC meminta PSSI bertindak tegas.

“Saya minta PSSI harus tegas dalam memberantas rasisme, karena rasisme masih terus terjadi kepada kami orang Papua," tegas Ardiles.

Klarifikasi Persikota Tangerang

Menanggapi dugaan kasus rasisme yang dialami klub bola Prilly Latuconsina, pihak Persikota FC langsung angkat bicara. Dalam keterangan tertulisnya, mereka menegaskan ketika pertandingan tidak ada kalimat ucapan atau umpatan yang merendahkan kepada pemain maupun pelatih asal Papua.

Pertandingan Persikota Tangerang vs Belitong FC tidak dihadiri oleh superter Persikota Tangerang sehingga anggapan bahwa adanya indikasi tindakan rasisme yang dilakukan oleh tim dari supporter adalah hal yang tidak benar dikarenakan pemain, manajemen, dan official Persikota Tangerang fokus terhadap jalannya pertandingan,” tulis Persikota FC di akun resmi Instagram @persikotafc1994.

Persikota Tangerang menjelaskan, saat pertandingan berlangsung tidak ada satu pun kata 'monyet' atau hinaan yang menyerupai suara monyet yang ditujukan kepada pemain dari Papua. Pada babak 64 besar, Persikota sebagai tuan rumah menyambut baik seluruh pemain yang berasal dari Papua seperti yang berasal dari klub Perseman Manokwari. 

Kami juga memiliki pemain yang berasal dari tanah Papua. Kami sangat mengutuk hal yang berbau rasisme, fitnah dan provokasi pada dunia sepak bola Indonesia. Say No To Rasiscm!” pungkas perwakilan Persikota FC.

Baca Juga: Prilly Latuconsina Ungkap Alasan Ingin Akuisisi Persikota FC

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.