ZIGI – Analis Deutsche Bank Marion Laboure dan Galina Pozdnyakova menyebut, harga koin kripto Bitcoin diprediksi naik pada akhir tahun 2022. Kenaikan ini dinilai bisa terwujud seiring dengan kenaikan beberapa indeks saham seperti NASDAQ ataupun S&P pada akhir tahun ini.
Lalu bagaimana nasib Bitcoin hingga akhir tahun 2022? Berikut penjelasannya.
Baca Juga: Bill Gates Sebut Kripto dan NFT Didasarkan pada Teori Kebodohan
Bitcoin Diprediksi Kembali Naik Di Akhir 2022
Dilansir dari Bloomberg, harga Bitcoin dapat mencapai harga yang tinggi di akhir tahun 2022, di angka US$ 28.000 atau sekitar Rp 417 juta. Pernyataan ini dikeluarkan oleh para analis di Deutsche Bank.
Harga Bitcoin memang kini tengah tertekan seiring dengan penurunan pasar kripto beberapa waktu yang lalu. Sebagai koin kripto terbesar, Bitcoin mengalami penurunan signifikan akibat banyaknya investor yang melepas kepemilikannya akibat kondisi ekonomi yang tengah bergejolak.
Inflasi yang tinggi disertai kenaikan suku bunga dinilai menjadi alasan utama investor melepas kepemilikan koin tersebut ke instrumen investasi yang lebih minim resiko.
Analisis yang dilakukan Marion Laboure dan Galina Pozdnyakova tersebut menyebutkan bahwa Bitcoin akan mampu rali hingga 30 persen, dibandingkan dengan rata-rata harga perdagangan Rabu 29, Juni 2022, di angka US$ 20.000 (Rp 298 juta). Meskipun diprediksi naik, harga ini masih belum dapat menandingi harga yang sempat dicapai Bitcoin pada November 2021 lalu.
Marion Laboure dan Galina Pozdnyakova menjelaskan bahwa sejak November tahun lalu, naik turun mata uang kripto sangat tergantung pada indeks saham seperti Nasdaq 100 dan S&P 500.
Berdasarkan pengamatan tersebut, dua ekonom dari Deutsche Bank menjelaskan bahwa indeks S&P akan pulih seperti pada Januari lalu, di akhir tahun 2022.
Pulihnya indeks S&P diprediksi akan diikuti pula dengan kenaikan harga Bitcoin. Keduanya menyebut bahwa mata uang kripto lebih mirip dengan berlian, ketimbang emas, karena menjadi instrumen yang aktif diperdagangkan di pasar.
Harga Bitcoin Tengah Tertekan
Berdasarkan pantauan di Coinmarketcap pada Kamis, 30 Juni 2022, harga Bitcoin berada di angka US$ 19,069 atau setara Rp 283 juta. Pada bulan ini, harga tertinggi Bitcoin sempat berada di angka US$ 32,249 atau sekitar Rp 477 juta.
Harga ini cukup membuat ketar-ketir para pecinta Bitcoin, karena di Juni 2021 tahun lalu, harganya sempat menyentuh angka tertinggi senilai US$ 63,234 atau sekitar Rp 939 juta. Hal tersebut tentu mengecewakan para analis dan pemegang koin kripto, yang menyebut bahwa Bitcoin mampu menjadi instrumen investasi yang mampu memberikan keuntungan yang tinggi dan juga aman.
Di tahun 2022, koin kripto dapat dikatakan sebagai instrumen investasi yang memiliki kinerja terburuk bila dibandingkan dengan saham, bonds, emas ataupun komoditas.
Dalam analisis tersebut, Laboure dan Pozdnyakova pun membandingkan kisah jatuh bangun kripto layaknya kisah De Beers, salah satu perusahaan berlian terkemuka di dunia. Keduanya menyebut bahwa De Beers mampu mengubah persepsi orang terhadap berlian dengan melakukan pemasaran yang massif.
“De Beers mengutamakan penjualan ide daripada produk, dari hasil tersebut mereka mampu mendapatkan keuntungan hingga US$ 72 miliar, dan menguasai pasar berlian selama lebih dari delapan tahun terakhir, apa yang terjadi pada berlian, juga terjadi di barang dan jasa lainnya, seperti layaknya Bitcoin” sebut keduanya seperti dikutip Zigi dari Bloomberg pada 30 Juni 2022.
Kedua analis tersebut juga menambahkan ada beberapa masalah yang kini dihadapi koin kripto, salah satunya yaitu permasalahan pinjaman aset digital yang dilakukan oleh para perusahaan hedgefund.
“Menstabilkan harga kripto itu sulit karena tidak model valuasi umumnya seperti layaknya produk di sistem keuangan pada umumnya. Apalagi, pasar kripto ini sangat terfragmentasi, kejatuhan kripto ini bisa akan terus berlanjut karena kompleksnya sistem yang pasar kripto miliki” tambah keduanya.
Itu tadi penjelasan mengenai kondisi koin Bitcoin yang diprediksi naik pada akhir tahun 2022.
Baca Juga: 15 Istilah Cryptocurrency yang Perlu Diketahui, Apa itu Bitcoin?