ZIGI – Kabar mengejutkan datang dari CEO TikTok Zhang Yiming yang memilih untuk mengundurkan diri dari perusahaan aplikasi berbasis video tersebut. Padahal, saat ini TikTok tengah menjadi aplikasi paling populer di dunia dan telah diunduh hingga lebih dari 1 miliar kali menurut laporan Forbes.
Lantas, mengapa Zhang Yiming sebagai sosok di balik kesuksesan TikTok justru memilih mengundurkan diri? Keep scrolling ya! Zigi.id bakal mengulas tentang sepak terjangnya bersama TikTok.
Profil Singkat Zhang Yiming
Source: scmp
Zhang Yiming merupakan pendiri ByteDance yang tak lain adalah perusahaan induk TikTok. Ia menuntaskan studinya dari Nankai University pada tahun 2005 dan fokus mengambil jurusan software engineering.
Zhang sempat bekerja di Microsoft sebelum akhirnya merintis ByteDance untuk kemudian melahirkan TikTok. Pundi-pundi uang utamanya tentu berasal dari TikTok yang telah memberi kekayaan bersih mencapai US$44 miliar atau setara Rp629 triliun.
Angka tersebut US$28 miliar lebih tinggi daripada sebelumnya pada Maret 2019. Saat ini Zhang menjadi orang terkaya ke-30 di dunia.
Surat kepada Karyawannya
Source: businessinsider
Zhang benar-benar membuat heboh dunia setelah mengirim surat pengunduran diri sebagai CEO TikTok. Alasannya, Zhang yang sudah mencapai tujuan hidup luar biasa ingin lebih punya banyak waktu untuk membaca dan melamun.
"Sebenarnya, saya kurang memiliki keterampilan manajer ideal. Demikian pula, saya tidak terlalu sosial, saya lebih suka aktivitas soliter seperti online, membaca, mendengarkan musik, dan melamun tentang apa yang mungkin bisa dilakukan," tulis Zhang dalam keterangannya Dilansir Zigi.id dari Celebrity Net Worth, Kamis, 27 Mei 2021.
Zhang rencananya bakal mundur di akhir tahun untuk fokus pada strategi jangka panjang. Sosok Liang Rubo, salah satu pendiri ByteDance dan kepala sumber daya manusia akan menjadi CEO baru.
"Seringkali, ketika perusahaan matang dan berkembang, banyak yang jatuh ke dalam perangkap CEO menjadi terlalu sentral - mendengarkan presentasi, menangani persetujuan, dan membuat keputusan secara reaktif. Ini mengarah pada ketergantungan yang berlebihan pada ide-ide yang sudah ada di perusahaan," tegas Zhang.
Perjalanan TikTok
Sebelum sukses seperti sekarang, tidak ada yang memprediksi kalau perusahaan asal China ini bisa memengaruhi dunia. Perusahaan induknya, ByteDance, didirikan pada tahun 2012 dan merupakan perusahaan internet China pertama yang benar-benar global.
TikTok telah memberi perusahaan induknya tingkat kesuksesan dan pengaruh budaya luar biasa yang tidak dapat dilakukan oleh perusahaan teknologi China lainnya di luar China.
Namun TikTok juga sempat mendapat tantangan terutama soal penyensoran di berbagai negara. Saat pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tahun lalu, ia mengancam akan menutup seluruh layanan. India juga melarang TikTok tahun lalu dengan alasan keamanan nasional.
Itulah kisah perjalanan CEO TikTok Zhang Yiming yang memutuskan mengundurkan diri dari perusahaan saat sedang jaya-jayanya.