Nishikeke Kanoko Dorong Minat Beragama di Jepang Lewat Fashion

South China Morning Post
Nishikeke Kanoko
Penulis: Hadi Mulyono
16/6/2021, 17.11 WIB

ZIGI – Siapa yang menyangka, sebuah brand fashion asal Jepang membuat desain kemeja bergambar Buddha untuk mendorong minat pada agama di kalangan anak muda. Tidak cukup sampai di situ, merek satu ini juga ingin menyebarkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental.

Kisah inspiratif ini datang dari Nishikeke Kanoko selaku pemilik brand fashion lokal bernama Bosatsu. Alasannya membuat lini baju ini untuk mendorong anak-anak muda agar bisa memaknai sosok Buddha, yang menurutnya mencerminkan harapan dan kebijaksanaan. Penasaran dengan ceritanya? Yuk simak kisah Nishikeke Kanoko merintis usahanya berikut ini.

Terinspirasi dari Festival Musik


Source: SCMP

Nishikeke Kanoko merilis brand Bosatsu pada Juni 2020, di kampung halamannya berlokasi di Nara. Nara sendiri dikenal sebagai salah satu area di Jepang yang terkenal dengan keberadaan Kuil Buddha Todaiji. Dari sinilah, Nishikeke mendapat inspirasi untuk mendesain dan memproduksi produk-produknya mencakup t-shirt, kemeja, aksesoris hingga kaos kaki.

Menariknya adalah, Nishikeke Kanoko mendesai produk-produk busananya dengan elemen dewa Buddha. Ia mengaku tidak pernah mengasah kemampuannya dalam mendesain secara profesional, karena dilakukan secara otodidak. 

Inspirasi untuk membuat brand ini awalnya berasal dari festival musik, yang sederhana dan unik. Kemudian dia menggabungkannya dengan patung Buddha.

“Aku telah melakukan penelitian di perpustakaan, di Instagram dan dengan mengunjungi kuil, tetapi aku percaya bagian terpenting dari proses desain adalah hanya melihat gambar dan koleksi patung Buddha,” katanya dikutip dari SCMP oleh Zigi.id pada Rabu, 16 Juni 2021.

Dorong Anak Muda Mencintai Agama


Source: SCMP

Salah satu ide utama di balik brand Bosatsu adalah keinginan Nishikeke Kanoko untuk mendorong minat masyarakat khususnya anak muda di Jepang agar tertarik dengan keindahan patung Buddha. Menurutnya, patung Buddha tidak hanya terlihat megah tapi juga mencerminkan harapan dan kebijaksanaan.

Selain itu, Nishikeke Kanoko juga ingin mengajak anak-anak muda yang awalnya tidak tertarik pada budaya dan sejarah agama Jepang, untuk lebih memaknai patung-patung Buddha.

“Aku juga ingin brand ini memiliki barang-barang yang bisa dipakai setiap hari. Banyak kuil Jepang terkenal menyediakan suvernir, tapi terkadang fungsi barang tidak bisa digunakan dan hanya menjadi kenangan untuk para pengunjung. Aku ingin menggabungkan patung Buddha dengan barang sehari-hari yang berguna,” ungkap wanita 31 tahun tersebut.

Pandangan Nishikeke Kanoko Soal Agama di Jepang


Source: SCMP

Menurut Nishikeke Kanoko, orang Jepang pada dasarnya memiliki pendekatan agama yang menarik dan sangat pragmatis. Berpura-pura sebagai penganut agama Buddha atau Shinto, mereka telah terbukti senang mengadopsi ornamen agama atau sistem kepercayaan lain, seperti tradisi memberikan hadiah Natal hingga ikut merayakan Halloween.

Namun, penganut agama Budda dan Shinto telah melakukan pekerjaan yang mengesankan untuk tetap relevan bahkan untuk kalangan muda sekali pun. 

“Sulit untuk dijelaskan, tetapi aku percaya bahwa rasa moralitas yang kita miliki di Jepang mirip dengan persepsi agama di seluruh dunia. Orang Jepang memiliki rasa adat yang mengakar, agama Buddha dan Shintoisme menjadi perilaku yang benar dan pantas dalam situasi tertentu. Keyakinan adalah bagian inti dari sebagian besar agama, tetapi aku suka mempelajari agama Buddha untuk mendapatkan ide tentang bagaimana harus menjalani hidup,” imbuhnya.

Mendorong Anak Muda Agar Lebih Sadar Terhadap Kesehatan Mental


Source: SCMP

Lantas tujuan lain di balik brand fashion ini adalah untuk menyebarkan kesadaran terhadap kesehatan mental. Ini juga berangkat dari pengalaman Nishikeke Kanoko sendiri.

Melalui brand Bosatsu, ia ingin membantu orang-orang yang menghadapi kesulitan dalam hidup mereka. Nishikeke Kanoko berharap, produk buatannya mendorong orang lain untuk tertarik pada agama Buddha dan dampak menenangkan yang dapat ditimbulkannya. 

“Aku mempercayai bahwa mengenakan pakaian yang kamu sukai adalah ekspresi kegembiraan yang murni. Aku rasa, bersenang-senang adalah cara yang sangat penting untuk mempelajari sesuatu,” katanya.

Sementara itu, brand Bosatsu milik Nishikeke Kanoko cukup diminati anak muda Jepang. Sebagian besar pembeli mengaku tertarik dengan desain yang dibuatnya, menyoroti patung Buddha. Kini, Nishikeke Kanoko berharap agar brand fashion mliknya bisa menjangkau luar negeri.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.