Batik Durian Lubuklinggau Warnai Milan Fashion Week 2021

Instagram/@jyk_fashionabel
Batik Durian Lubuklinggau
Penulis: Hadi Mulyono
14/10/2021, 18.34 WIB

ZIGI – Desainer kenamaan Jenny Yohana Kansil sukses membawa kain Batik Durian Lubuklinggau tampil di pentas dunia. Kali ini, ia memamerkan karya indahnya tersebut di Milan Fashion Week yang berlangsung tanggal 21 September 2021 di Palazzo Visconti, Via Cino del Duca 8, Milan, Italia.

Jenny sebagai pemilik brand fashion JYK memperlihatkan sejumlah desain Batik Durian Lubuklinggau yang begitu memukau. Seperti apa hasil kreasi Jenny Yohana Kansil dalam menunjukkan eksistensi batik di kancah internasional tersebut? Simak terus sampai habis artikel ini.

Mengusung Tema A Revolutionary Hope

Melansir dari keterangan tertulisnya, Jenny Yohana Kansil alias JYK menampilkan koleksi Spring-Summer dengan mengusung tema A Revolutionary Hope. Menggunakan label JYK, tema tersebut terinspirasi dari gaya Punk era 70-an dan menggunakan material organik, katun, silk dan kulit vegan.

Penggunaan kata revolusioner dimaksudkan sebagai sebuah harapan yang selalu diperbarui untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang dramatis dalam kehidupan. Pandemi dinilai sebagai salah satu perubahan dramatis di kehidupan semua orang dan diharapkan kini hidup bisa kembali normal seperti dulu. 

“Koleksi ini adalah ekspresi pemberontakan atas Pandemi dan bahwa kita akan menanggapi rasa sakit dengan anggun dengan mengubah apa yang dapat kita ubah, yaitu pikiran kita sendiri, jadi untuk selalu memperbarui harapan kita bahwa segala sesuatu terjadi karena suatu alasan dan semuanya akan berhasil, bersama untuk kebaikan kita,” demikian dikutip dari keterangan tertulis JYK, Kamis, 14 Oktober 2021.

Sejumlah koleksi yang dipamerkan antara lain Never mind pandemic! I wanna be me yang diambil dari salah satu judul lagu Band Sex Pistols dan dijadikan sebagai nama bajunya. Selanjutnya, ada koleksi Holiday in the sun and it’s my way!,  Bodies, Did you no wrong, God saves the queen dan koleksi terakhir bernama Satelite liar.

Filosofi Batik Durian Lubuklinggau

Koleksi Batik Durian Lubukinggau, terinspirasi dari batik tulis modern yang didirikan oleh Walikota Lubuk Linggau, Rina Prana istri di Sumatera Selatan. Lubuklinggau merupakan sebuah daerah dengan ciri khas buah durian dan bunganya yang dijadikan sebagai motif utama batik.

Makna secara filosofis, durian dikenal sebagai “raja buah” dengan ciri-ciri buahnya yang besar, runcing, berwarna coklat kehijauan yang sangat disukai di Asia Tenggara. Durian runcing diaanggap sejalan dengan inspirasi Punk untuk koleksi Batik Durian Lubuklinggau tersebut.

Selain itu, durian juga dianggap sebagai simbol yang mewakili harapan bahwa pandemi akan berakhir semanis durian matang. Dalam koleksi ini, harapan direpresentasikan dengan lingkaran atau bentuk bulat yang tertulis indah di kain batik.

Bentuk lingkaran atau bulat tersebut berarti perlindungan yang utuh, jika kita memiliki harapan maka kita akan memiliki pikiran yang positif dan hati yang bahagia. 

“Hati yang gembira adalah obat yang manjur dan pikiran yang gembira adalah obat yang menyembuhkan, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang,” pungkas Jenny Yohana Kansil.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.