Pro-kontra Tren Balaclava, Mirip Hijab hingga Isu Perampasan Budaya
ZIGI – Seorang pengguna TikTok mengunggah tutorial penggunaan syal Balaclava yang akhirnya memicu perdebatan. Pasalnya, tidak sedikit netizen menyebutkan jika cara penggunaan scarf tersebut disebut sebagai hijab bagi seorang muslim.
Penutup kepala menjadi tren setelah Kim Kardashian tampil dengan menutup seluruh kepalanya yang serba hitam di Met Gala 2021. Begitu juga dengan Kanye West yang tampil bersama kekasih barunya, Julia Fox.
Tren Balaclava memicu perdebatan bukan hanya dari sentimen agama tapi juga budaya. Simak artikelnya di bawah ini yuk!
Tutorial Syal Balaclava Disebut Hijab oleh Pengguna TikTok
Dilansir dari Hypebae pada Rabu, 26 Januari 2022, seorang pengguna TikTok dengan akun @laurenblackborrow memicu perdebatan panas bagi pengguna TikTok lainnya setelah mengunggah tutorial penggunaan scarf Balaclava.
Syal yang digunakan oleh Lauren berwarna keunguan dengan bahan rajut yang halus. Tampak gadis tersebut menunjukkan cara penggunaan syal.
Pada awalnya, penggunaan syal tampak wajar saja karena hanya dipakai pada bagian leher. Namun, mulai memicu perdebatan ketika pengguna TikTok bernama Lauren tersebut menutup kepalanya dengan syal dan kemudian memakai jaket musim dingin.
Banyak orang yang memperdebatkan jika tutorial tersebut justru menunjukkan cara membuat hijab seperti seorang muslim.
“Bukan kah itu mereka sebut dengan hijab atau niqab? Kini banyak orang yang ingin memakainya, lucu cara memakainya,” komentar salah satu pengguna TikTok.
Perdebatan Tutorial Scarf Balaclava Menunjukkan Budaya Kulit Hitam
Tutorial yang diunggah oleh Lauren di TikTok tersebut bukan hanya memberikan respon karena terlihat sebagai hijab. Terdapat seorang pengguna TikTok yang menyebutkan jika penutup kepala yang sedang tren saat musim dingin adalah budaya kulit hitam.
“Jika kamu masih muda dan berkulit hitam maka itu disebut sebagai tudung, kamu bisa ditangkap oleh polisi. Jika kamu seorang muslim, kamu bisa dibenci,” tulis pengguna TikTok, @malhannes.
Seperti yang diketahui, di beberapa daerah di Afrika banyak perempuan yang menggunakan penutup kepala sebagai simbol perbudakan hingga fashion. Namun, kini banyak masyarakat Afrika menggunakannya sebagai fashion.
Belum diketahui secara pasti larangan penggunaan penutup kepala di Eropa maupun Amerika hingga pemakaianya bisa ditangkap oleh polisi. Sementara itu, hijab maupun niqab yang digunakan oleh seorang wanita muslim masih menjadi perdebatan di berbagai negara di Eropa dan Amerika.
Namun, melihat tren yang berawal dari Kim Kardashian dan Kanye West, penutup kepala justru banyak diminati pasar. Salah satunya model Balaclava yang mengeluarkan penutup kepala sejenis kupluk yang menutupi sebagian wajah dan leher hingga sejenis scarf.