ZIGI – Kualitas udara Jakarta menunjukan tanda pemburukan setiap harinya. Per Rabu, 22 Juni 2022, Jakarta menempati kota kedua dengan tingkat polusi tertinggi di dunia dengan nilai AQI 134, tepat dibawah kota Santiago, Cile, di posisi pertama.

Memburuknya udara tentu dapat menganggu kesehatan pernapasan warga. Lalu apa saja yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan khususnya pernapasan di tingkat polusi Jakarta yang semakin tinggi? Berikut 5 tipsnya!

Baca Juga: Sejarah dan Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022

1. Selalu Periksa Kualitas Udara

Pertama, kalian harus terus waspada dengan memeriksa indeks kualitas udara, kondisi lalu lintas dan ramalan cuaca. Jika kualitas udara di sekitar kota kalian cukup buruk, lebih baik hindari keluar rumah, terutama di daerah dengan lalu lintas tinggi karena asap kendaraan bermotor berisiko tinggi. 

Hindari olahraga di luar ruangan saat udara sedang buruk. Mengutip American Lung Association, seseorang dapat terpapar polusi bahkan setengah kilometer dari daerah yang memiliki kualitas buruk.

2. Menggunakan Air Purifier

Meskipun hanya tinggal di dalam rumah, tidak berarti kalian aman dari ancaman polusi udara. Para ahli mengatakan bahwa udara di dalam rumah memang tidak terlalu berpengaruh dari kualitas udara di luar ruangan. Namun memasang pembersih udara berkualitas baik dapat sedikit membantu.

Kalian yang baru saja balik dari luar ruangan, juga bisa mendapatkan udara yang bersih saat sampai ke rumah jika menggunakan air purifier.

3. Bila Beraktivitas Keluar, Gunakan Masker

Hal lain yang tak kalah penting adalah selalu mengenakan masker di luar ruangan. Ada berbagai tipe masker seperti masker tipe P, R, ataupun N.

Ketiga tipe tersebut dibedakan dari kualitasnya menahan partikel dan polutan yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil ataupun industri.

 

Untuk tipe N, masker ini dapat kurang dapat melindungi dari polutan berbasis bahan bakar fosil ataupun industri. Namun tipe masker ini baik digunakan karena dapat menyaring 95 persen partikel PM 2.5, yang terkenal sebagai partikel paling berbahaya saat udara tercemar.

Tipe P dan R, menjadi masker yang tahan akan polutan ataupun partikel berbahaya. Namun kerap digunakan untuk kebutuhan industri saja.

4. Mengkonsumsi Makanan Bergizi

Mengkonsumsi makanan bergizi juga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh di tengah memburuknya kualitas udara di kota kalian. Materi polusi dan gas berbahaya di udara yang tercemar dapat meningkatkan tingkat radikal bebas dalam tubuh dan bisa menyebabkan peradangan.

Untuk menganstisipasi hal tersebut, kalian dapat mengkonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan dan anti-inflamasi karena dapat meningkatkan imun tubuh untuk menghadapi efek negatif dari polusi. Contohnya makanan yang mengandung vitamin B, C, D, dan E seperti ikan, minyak ikan, jeruk, sayuran hijau ataupun zaitun.

5. Menanam Banyak Pohon

Pohon menjadi salah satu penangkal utama untuk menghadapi tingginya polusi. Tidak hanya menyaring dan membersihkan udara, satu batang pohon dapat menyimpan 13 pon atau sekitar 6 kg karbon setiap tahunnya. Pohon juga dapat melepaskan lebih banyak oksigen, sehingga meningkatkan kualitas udara secara keseluruhan.

Melansir Firstpost, kualitas udara di daerah yang memiliki banyak pepohonan memiliki kualitas udara 75 persen lebih baik daripada daerah yang tidak. Kalian juga bisa menanam lidah buaya ataupun bunga lili di dalam ruangan untuk meningkatkan kualitas udara.

Itulah 5 tips menjaga kesehatan pernapasan di tengah memburuknya udara kota Jakarta. Stay safe, guys!

Baca Juga: 7 Fasilitas Gratis yang Bisa Kamu Nikmati di Ultah Jakarta ke-495

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.