3 Fakta Bluesky, Media Sosial Buatan Pendiri Twitter Jack Dorsey

Instagram @bitcoin.info.9
Jack Dorsey pendiri Twitter
2/11/2022, 15.20 WIB

ZIGI – Jack Dorsey ikut dalam pendirian Twitter pada tahun 2006 silam. Usai keluar dari aplikasi yang telah ia besarkan selama 15 tahun, Jack saat ini bersiap untuk meluncurkan media sosial baru bernama Bluesky. 

Prinsip Bluesky menurut Jack Dorsey adalah membiarkan pengguna mengatur data dan algoritmanya sendiri. Simak 3 fakta Bluesky di bawah ini.

Baca juga: Tanggapan Pendiri Twitter Usai Perusahaan Dibeli Elon Musk

1. Jack Dorsey Umumkan Media Sosial Bernama Bluesky

Seminggu sebelum Elon Musk mengambil alih perusahaan Twitter, Jack Dorsey mengumumkan bahwa media sosial buatannya yang bernama Bluesky sedang melakukan pengujian aplikasi. Tiap orang yang ingin menjajal Bluesky sebelum diluncurkan bisa ikut mendaftar. 

“Langkah selanjutnya adalah mulai melakukan pengujian protokol. Pengembangan protokol terdistribusi adalah proses yang rumit,” kata perwakilan Jack Dorsye dilansir Zigi.id dari People pada Rabu, 2 November 2022. 

Dalam rilis tesebut, Jack Dorsy membagikan tautan bagi siapapun yang ingin melakukan pengujian Beta untuk Bluesky. Aplikasi ini akan menggunakan Protokol Transfer Terotentikasi (AT Protocol) yang dijalankan beberapa situs. 

Protokol ini punya 3 keunggulan: membuat banyak orang terhubung, pengguna bisa mengatur algoritma, mengganti akun tanpa kehilangan konten, pengikut atau identitas awal.

2. Arti Nama Bluesky Menurut Jack Dorsey

Blueskay sebenarnya merupakan nama proyek sebelum resmi digarap sebagai media sosial. Namun karena kata ‘Bluesky’ (berarti juga langit biru) merujuk pada ruang luas di bumi, maka nama tersebut dipertahankan dan saat ini digunakan sebagai nama perusahaan. 

“Kami menyebut aplikasi yang tengah digarap sebagai Bluesky karena itu membuka portal ke dunia yang penuh kemungkinan dengan disokong oleh Protokol AT,” tambah rilis tersebut. 

Menurut Jack Dorsey, Bluseky bakal jadi kompetitior bagi perusahaan mana pun yang berusaha untuk “memiliki prinsip dasar dari media sosial atau (mencoba memiliki) data dari orang-orang yang menggunakannya.”

3. Prototipe Bluesky Dibentuk Sejak Tahun 2019

Bluesky awalnya merupakan bagian dari Twitter dan sempat diumumkan pada tahun 2019. Saat itu Jack Dorsey berniat untuk menjadikan Bluesky sebagai jejaring media sosial yang terpusat dan tidak bisa dikendalikan oleh pihak luar.

Hanya pengguna yang boleh memiliki kendali atas datanya sendiri, termasuk penentuan algoritma. Hal ini merujuk pada kenyataan bahwa saat ini data pengguna merupakan barang jualan untuk beberapa perusahaan. 

Perusahaan akan mengolah data tersebut dalam bentuk iklan yang nilainya cukup besar. Jika Bluesky berhasil dijalankan, maka bisnis penjualan data pengguna kemungkinan akan mengalami goncangan.

Konsep Blueskky merupakan pengembangan dari Twitter yang dirasa gagal menjadikan data pengguna milik sendiri. Karena itu Jack Dorsey menegaskan bahwa Bluesky tidak bisa dimiliki oleh organisasi tapi merupakan bagian dari kontribusi banyak orang. 

Jack Dorsey mundur dari posisi CEO Twitter pada November pada tahun 2021 usai Elon Musk mengajukan tawaran untuk membli media sosial tersebut pada April tahun yang sama. Saat in lebih dari 30 ribu orang mendaftar proses pengujian Bluesky. 

Baca juga: Siap Sidang Kasus Twitter, Elon Musk Minta Berkas ke Jack Dorsey

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.