SMA Unggulan di Sistem Zonasi Jakarta

Beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang memiliki nilai UN di atas 80 dan termasuk dalam Sekolah Unggulan, tersebar di Jakarta. Namun, dengan sistem zonasi, calon siswa baru diarahkan memilih SMA yang dekat dengan domisilinya. Bagaimana memetakan sekolah unggulan itu?

Nazmi Haddyat Tamara

24/6/2019, 10.00 WIB


Sebagai ibu kota negara, DKI Jakarta tidak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan, perkantoran, serta ekonomi dan bisnis. Namun Jakarta juga dikenal memiliki sarana pendidikan yang lengkap dan berkualitas, termasuk di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Bagaimana peta dan sebaran SMA unggulan di megapolitan ini?

Memasuki bulan Juni dan Juli saban tahun, bersamaan dengan tibanya tahun ajaran baru, siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan bersaing masuk ke SMA unggulan dan favorit di Jakarta.

Mereka memperebutkan kursi di SMA Negeri terbaik sebagai tempat untuk melanjutkan studi tiga tahun ke depan. Secara total, sebenarnya ada 117 SMA Negeri dan lebih dari 300 SMA Swasta terdaftar di Jakarta.  

Sejauh ini, beberapa sekolah dikenal sebagai pilihan banyak siswa lulusan SMA di Jakarta. Salah satu variabel yang bisa jadi rujukan untuk memilih SMA unggulan adalah melihat performa sekolah tersebut dalam Ujian Nasional (UN). SMA dengan nilai UN yang tinggi dapat diindikasikan sebagai sekolah unggulan yang menghasilkan siswa-siswa terbaik di Jakarta.

SMA IPA


Berdasarkan data Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terdapat 434 SMA yang mengikuti Ujian Nasional dengan jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Rata-rata UN tertinggi diraih oleh SMA Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin dengan rata-rata nilai mencapai 91,68.

Posisi kedua diisi oleh SMA Kristen 1 Penabur yang menempel tipis dengan raihan 90,98. Tahun ini, hanya dua SMA tersebut yang mampu meraih rata-rata nilai UN lebih dari 90.

Peta Sebaran SMA IPA di Jakarta

Dalam 10 besar urutan nilai UN tertinggi, hanya ada dua sekolah negeri. Selain SMAN Unggulan MH Thamrin, ada SMA Negeri 8 Jakarta menempati urutan ke-10 dengan rata-rata nilai UN sebesar 86,55.

Sisanya, diisi oleh sekolah unggulan swasta antara lain SMA Santa Ursula, SMA Kristen Yusuf, SMA Kanisius, SMA Labschool Kebayoran, hingga SMAK Penabur yang berada di beberapa wilayah di Jakarta.

Lebih jauh, terdapat 50 SMA yang mendapatkan rata-rata nilai UN lebih dari 80. SMA tersebut paling banyak berasal dari Jakarta Barat sebanyak 16 sekolah, disusul Jakarta Pusat dengan 10 SMA. Selanjutnya, Jakarta Utara dan Jakarta Timur masing-masing sebanyak 9 SMA, dan terakhir Jakarta Selatan hanya 6 SMA.

Sebaran terbanyak sekolah berada pada rentang rata-rata nilai UN sebesar 60-80 yang mencapai 222 SMA atau lebih dari separuh SMA di Jakarta. Sedangkan rentang nilai 50-60 sebanyak 110 SMA, dan rata-rata nilai di bawah 50 sebanyak 52 SMA.

Peta Sebaran SMA Negeri IPA di Jakarta

Jika hanya melihat SMA Negeri, 12% atau 14 SMA meraih rata-rata nilai UN di atas 80 atau dikategorikan sebagai SMA Negeri Unggulan di Jakarta.

Wilayah Jakarta Timur menyumbang paling banyak dengan 6 SMA yakni SMAN Unggulan MH. Thamrin, SMAN 81, 61, 48, 39, dan 21. Wilayah Jakarta Selatan menempatkan 4 Sekolah di deretan unggulan ini yaitu SMAN 8, 28, 34, dan 47.

Untuk wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat, keduanya menempatkan 2 SMA dalam daftar sekolah dengan UN tinggi yakni SMAN 68 dan 77 di Pusat, serta SMAN 2 dan 78 di wilayah Barat. Sementara itu, untuk wilayah Jakarta Utara tidak ada satupun sekolah yang memiliki rata-rata nilai UN di atas 80.

Secara keseluruhan, SMA Negeri di Jakarta di didominasi oleh sekolah dengan rata-rata nilai UN 60-80. Pada kelompok ini terdapat 86 sekolah atau 74% dari total SMA Negeri di Jakarta. Sedangkan rentang 50-60 ada 15 sekolah, dan terakhir di bawah 50 hanya ada 2 sekolah.

Artinya, SMA Negeri di Jakarta masih memiliki kualitas yang baik. Untuk perbandingan, rata-rata nilai UN SMA IPA seluruh Indonesia adalah 52,3.

SMA IPS


Untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di DKI Jakarta, rata-rata UN tertinggi diraih oleh SMA Santa Ursula dengan perolehan 87,5. Disusul oleh SMAK 1 Penabur dengan 87,14.

Sedangkan dari SMA Negeri ada SMAN 81 dan SMAN 8 ditempat ke-3 dan ke-4 dengan perolehan nilai 85,79 dan 85,71. Berbeda dengan IPA, di kelompok IPS tidak ada sekolah yang mampu menembus rata-rata nilai UN 90.

Peta Sebaran SMA IPS di Jakarta

Berdasarkan kelompok nilai, terdapat 20 SMA atau 4,3% yang mendapatkan rata-rata lebih dari 80. Porsi terbesar berada pada rentang 60-80 dengan 244 SMA atau 52,8%.

Sedangkan rentang 50-60 diisi oleh 109 SMA atau 23,6%. Sisanya, 89 SMA atau 19,3% mendapatkan rata-rata nilai UN di bawah 50. Dengan porsi ini, perolehan nilai jurusan IPA terlihat lebih baik dibandingkan IPS.

Jika dilihat dari sebaran wilayah, SMA Unggulan di bidang IPS paling banyak berasal dari Jakarta Barat dengan 16 SMA, diikuti Jakarta Pusat dengan 10 SMA. Wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur keduanya menempatkan 6 SMA. Sementara itu, wilayah Jakarta Selatan hanya 6 SMA.

Peta Sebaran SMA Negeri IPS di Jakarta

Menilik lebih dalam pada SMA Negeri, hanya ada 9 SMA Negeri yang mendapatkan rata-rata nilai UN lebih dari 80. Jumlah ini lebih rendah dari jumlah SMA Negeri pada jurusan IPA.

Wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan menempatkan masing-masing 3 SMA. Sedangkan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat masing-masing 2 dan 1 SMA. Sementara itu, Jakarta Utara belum menempatkan satupun sekolah di deretan SMA Unggulan.

SMAN 81, SMAN 61, dan SMAN 48 menjadi perwakilan dari wilayah Jakarta Timur. Jakarta Selatan menempatkan SMAN 8, SMAN 34, dan SMAN 28. Bergeser ke Jakarta Barat ada SMAN 2 dan SMAN 78. Terakhir, SMAN 68 menjadi satu-satunya sekolah dari Jakarta Pusat dengan nilai UN lebih dari 80.

Secara umum, sebaran SMA Negeri dengan jurusan IPS lebih banyak pada rentang 60-80 dengan porsi lebih dari 80%. Selanjutnya, 10% berada di rentang 50-60, dan 7,8% lainnya memiliki nilai UN lebih dari 80. Sementara itu, hanya ada 1 SMA Negeri yang memiliki rata-rata nilai UN kurang dari 50.

Aturan Zonasi dalam Seleksi Masuk

Sayangnya, tidak semua lulusan SMP di Jakarta berkesempatan masuk ke SMA Negeri Unggulan. Halangannya adalah aturan zonasi yang berlaku dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Jakarta. Dengan aturan ini, sekolah akan menerima lebih banyak murid baru yang berasal dari daerah sekitar SMA Negeri tersebut.

Alokasi sekolah dan tempat tinggal diatur dalam Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nomor 523 Tahun 2019 Tentang Zonasi Dalam Pelaksanaan PPDB Tahun Pelajaran 2019/2020. Alhasil, DKI Jakarta memiliki alokasi zonasi sebesar 60% dari total murid baru yang akan masuk.

Dari proporsi 60% bagi jalur zonasi, sebesar 80% digunakan untuk umum dan 20% untuk jalur afirmasi. Adapun jatah bagi non-zonasi hanya 30%, jalur prestasi sebesar 5%, dan non-DKI sebesar 5%.

PPDB (ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA)

PPDB (ANTARA FOTO)

Sebagai contoh, untuk SMAN 8, kesempatan besar dimiliki oleh calon murid yang memiliki domisili di Kecamatan Tebet, Setiabudi, Jatinegara, dan beberapa Kelurahan di Kecamatan Pulo Gadung dan Pancoran. Untuk domisili di luar kecamatan tersebut, harus melalui jalur non-zonasi atau memilih sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya.

Jadi, kesempatan lebih besar untuk masuk ke sekolah unggulan tersebut dimiliki oleh calon siswa baru dari sekitar tempat sekolah tersebut. Sedangkan lulusan SMP yang ingin masuk ke Sekolah unggulan namun tidak berdomisili di sekitar daerah itu, harus memperebutkan kursi yang lebih sedikit.

***

Nazmi Haddyat Tamara