Pemerintah Siapkan Tenaga Lokal untuk Pengembangan Blok Masela

Saat ini tenaga ahli insinyur yang terdaftar di PII sebanyak 50 ribu orang. Sekitar 9.000 diantaranya sudah memperoleh sertifikat profesional atas profesinya.
Anggita Rezki Amelia
5 April 2016, 21:10
Migas
Katadata

Warga Maluku patut merasa gembira. Presiden Joko Widodo telah berjanji akan melibatkan masyarakat lokal untuk membangun dan mengoperasikan Blok Masela di Maluku. Bahkan, Presiden juga telah memberikan mandat kepada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek) agar menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk dapat ikut mengelola Blok Masela.

Mendapat instruksi tersebut, Menristek Muhammad Nasir segera membentuk tim untuk mengkaji kebutuhan tenaga kerja yang akan terlibat dalam pembangunan Blok Masela. Tim ini juga melibatkan beberapa Universitas di Maluku.  "Saya berikan mandat ke Universitas Pattimura dan Politeknik Ambon untuk menyiapkan SDM-nya," ujarnya saat konferensi pers di Gedung Kemenristek Jakarta, Selasa (5/4). (Baca: Jokowi Libatkan Intelijen dalam Putusan Blok Masela)

Nasir tidak hanya melibatkan Universitas yang ada di Maluku. Ada beberapa kementerian dan instansi yang juga terlibat seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

PII akan menyiapkan tenaga ahli untuk mendukung proses penjaringan SDM melalui jalur perekrutan mahasiswa baru di Universitas Pattimura dan Politeknik Ambon. Menurut Nasir saat ini tenaga ahli insinyur yang terdaftar di PII sebanyak 50 ribu orang. Sekitar 9.000 diantaranya sudah memperoleh sertifikat profesional atas profesinya. Ini sangat mendukung program pemberdayaan SDM dalam mengelola proyek Lapangan Abadi Blok Masela.

Nasir memperkirakan akan ada ribuan tenaga ahli lokal yang bisa diberdayakan dalam penyiapan SDM di Blok Masela. Meski begitu, porsi tenaga ahli lokal yang akan terlibat akan disesuaikan dengan tenaga ahli asing yang dimiliki investor, saat proses keputusan final investasi atau final investment decision (FID). Dalam proses inilah porsi masing-masing pihak lokal dan asing akan terlihat komposisinya. "Jangan sampai masyarakat Maluku hanya jadi penonton," kata dia. (Baca: Maluku Dapat Harga Istimewa Hak Pengelolaan Blok Masela)

Tenaga lokal ini akan mendapat pelatihan dan pendidikan di berbagai bidang seperti teknik perminyakan, teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, teknik industri, teknik fisika, dan teknik sipil. Proses pembinaan SDM ini terdiri dari berbagai jenjang, dari diploma sampai magister. Targetnya dalam lima tahun ke depan, sudah ada calon-calon tenaga ahli lokal yang akan ikut mengelola Blok Masela.

Mengenai anggarannya, program ini akan menggunakan anggaran dari Kemenristek. Sayangnya Nasir belum bisa mengatakan berapa jumlah dana yang dibutuhkan dalam menjalankan program tersebut. Saat ini dalam anggaran Kemenristek, terdapat dana sekitar Rp 40,9 triliun untuk mendanai 140 perguruan tinggi. "Mungkin nanti ada realokasi anggaran," ujar dia. Dana dari pemerintah akan dibutuhkan untuk menunjang pembangunan infrastruktur dan laboratorium di dua perguruan tinggi tersebut. (Baca: Pertamina Dapat Izin Mengakses Ruang Data Blok Masela)

Di tempat yang sama, Rektor Universitas Pattimura Marthinus Johanes Saptenno mengatakan sedang membentuk tim khusus untuk program perekrutan mahasiswa baru di Universitas Pattimura dan Politeknik Ambon. Saat ini juga Universitas Pattimura dan Politeknik Ambon sudah bekerjasama dengan STEM Akamigas Cepu untuk menyiapkan tenaga kerja di bidang migas. Nantinya proses perekrutan sedikit berbeda dengan perekrutan biasanya. Dalam hal ini perekrutan dilakukan khusus, "Detailnya nanti kami sampaikan di pertemuan selanjutnya dengan Kemenristek pekan depan," ujarnya.  

Reporter: Anggita Rezki Amelia

Video Pilihan

Artikel Terkait