Usai Libur Panjang, Bagaimana Protokol Kesehatan di Transportasi Umum?

Arofatin Maulina Ulfa
21 Mei 2021, 09:00
Warga berkostum superhero membawa poster ajakan mematuhi protokol kesehatan saat menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) rute Solo-Yogya di Stasiun Yogyakarta, Gedongtengen, DI Yogyakarta, Kamis (11/2/2021). Aksi tersebut untuk mengajak masyarakat dalam memutus
ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.
Warga berkostum superhero membawa poster ajakan mematuhi protokol kesehatan saat menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) rute Solo-Yogya di Stasiun Yogyakarta, Gedongtengen, DI Yogyakarta, Kamis (11/2/2021). Aksi tersebut untuk mengajak masyarakat dalam memutus mata rantai COVID-19 dengan mematuhi protokol kesehatan saat melakukan perjalanan.

Libur panjang perayaan Idul Fitri tahun 2021 telah usai. Selain banyak pergerakan masyarakat ke kampung halaman, kunjungan ke tempat-tempat wisata membludak. Hal ini perlu diwaspadai saat kembali menjalankan aktivitas di kantor.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan ialah perjalanan menggunakan transportasi umum menuju ke kantor. Transportasi umum merupakan salah satu tempat yang rawan akan penularan virus corona atau Covid-19.

Menurut ahli virologi klinis dari University of Leicester, Julian Tang, angkutan umum rawan penularan karena bersifat tertutup dan partikel virus corona bertahan di udara. "Jika Anda cukup dekat untuk mencium bau seseorang di angkutan umum, maka anda juga berpotensi menghirup virus yang dibawa bersamanya," ujarnya seperti dilansir dari BBC.

Guna mengantisipasi penularan virus, protokol kesehatan perlu dijalankan. Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penggunaan masker harus menjadi perhatian utama saat berada di angkutan umum. Untuk mencegah penularan melalui droplet, masker harus benar-benar menutupi hidung dan mulut.

Tidak hanya di dalam kendaraan, pemakaian masker yang benar harus dilakukan ketika berada di tempat umum untuk menunggu kendaraan. Sebaiknya hindari keramaian dan menjaga jarak setidaknya 2 meter atau sekitar 2 panjang lengan dari orang asing saat menunggu.

 

Selanjutnya, praktikkan kebersihan tangan dan etika pernapasan. Sebelum menggunakan jenis transportasi apa pun, penting untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik atau menggunakan pembersih tangan dengan kandungan alkohol 60 persen. Setelah tiba di tempat tujuan, cuci kembali tangan sesegera mungkin.

Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci. Tutupi mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin. Buang tisu bekas ke tempat sampah dan segera cuci kembali tangan.

Hindari menyentuh permukaan di tempat umum seperti terminal, stasiun, dan bandara. Sebisa mungkin, batasi menyentuh permukaan yang sering disentuh seperti screen dan pemindai sidik jari, mesin tiket, pintu putar, pegangan tangan, permukaan closet toilet, tombol lift, dan bangku. Jika terpaksa, sesegera mungkin kembali mencuci tangan.

Terakhir, penting untuk menghindari makan atau minum di angkutan umum untuk memastikan penggunaan masker setiap saat. Upayakan untuk makan dan minum saat di luar transportasi umum dan tidak berdekatan dengan orang lain.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait