Pentingnya Disiplin Protokol Kesehatan Setelah Vaksinasi

Image title
22 Mei 2021, 10:00
Petugas mendata dan memeriksa kesehatan pedagang sebelum mengikuti vaksinasi COVID-19 di Pasar Tradisional Manonda di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (20/5/2021). Sebanyak 900 pedagang pasar tradisional tersebut ditargetkan mendapatkan vaksin COVID-19 dosis
ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/rwa.
Petugas mendata dan memeriksa kesehatan pedagang sebelum mengikuti vaksinasi COVID-19 di Pasar Tradisional Manonda di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (20/5/2021).

Ketua Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB) James Allan Rarung menjelaskan kalau vaksin bekerja dengan membentuk antibodi yang dapat menghancurkan virus. Namun bukan berarti orang yang sudah divaksin tidak bisa tertular Covid-19.

“Hal yang sangat penting juga untuk dipahami dengan baik dan benar adalah vaksinasi bukan segala-galanya,” ujar James dikutip dari Antara

Oleh sebab itu, kewaspadaan dan penerapan protokol kesehatan masih sangat perlu diterapkan secara displin. “Jadi, meski telah disuntik vaksin Covid-19 masih bisa terkena infeksi virus ini apabila daya tahan tubuh menurun dan tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tambahnya.

Dia menambahkan manfaat vaksin Covid-19 lebih untuk mencegah orang menjadi terinfeksi parah sehingga tidak perlu sampai ke rumah sakit. Dengan demikian, vaksin memperkecil peluang virus berkembang dalam tubuh dibanding orang yang tidak menerima vaksinasi.

Mengingat angka penularan di Indonesia masih tinggi dan belum bisa dikategorikan terkendali, tetap diperlukan upaya memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau Gerakan 3M sebagai jurus ampuh menekan angka penyebaran. “Vaksinasi sangat penting dan berguna, namun tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan,” ujar James.

Sampai sejauh ini protokol kesehatan yang dirangkum dalam Gerakan 3M memang terbukti menjadi kunci dalam meminimalisasi penyebaran Covid-19. Berdasar paparan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, mencuci tangan bisa menurunkan risiko penularan Covid-19 sampai 35 persen. 

Adapun dengan memakai masker kain bisa menurunkan risiko 45 persen. Sedangkan penularan bisa dicegah sampai 70 persen jika memakai masker medis dengan disiplin. Terakhir, dengan menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain, angka risiko penularan bisa ditekan sampai 85 persen.

Sayangnya, menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito, sejak pertengahan April lalu kasus penyebaran Covid-19 cenderung meningkat. Euforia vaksinasi dan beberapa hari libur, diikuti merosotnya tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol 3M, diduga menjadi penyebabnya.

Wiku mengingatkan kalau vaksinasi hanya menjadi satu dari tiga lapis utama perlindungan masyarakat terhadap Covid-19. "Pertama adalah 3M, yakni mencuci tangan, memakai masker dan menghindari kerumunan. Kedua, adalah 3T, yaitu tracing, testing, treatment, dan yang ketiga adalah vaksinasi," katanya.

Oleh sebab itu dia menyebut 3M sangat penting dilakukan selama pandemi belum berakhir dan belum cukupnya bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa vaksinasi tersebut telah menimbulkan cukup kekebalan seseorang maupun komunal. Wiku menyimpulkan melaksanakan tiga lapis perlindungan secara bersamaan sangat penting untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat agar bisa produktif dan aman dari Covid-19. 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait