Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang Saat Pemulihan Covid-19

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dapat menunjang proses pemulihan Covid-19.
Hanna Farah Vania
26 Juli 2021, 15:00
Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang Saat Pemulihan Covid-19
ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.
Anggota Tagana menyiapkan makanan untuk warga terdampak COVID-19 di Dapur Umum Posko Tagana Kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta, Kamis (3/6/2021). Saat ini dapur umum yang didirikan oleh Pemkab Sleman itu menyuplai kebutuhan makan berupa makanan berat, minuman maupun buah-buahan untuk sekitar 400 warga di Sleman yang tengah melakukan isolasi atau karantina akibat COVID-19.

Saat melakukan isolasi mandiri, pasien Covid-19 perlu memperhatikan beberapa hal penting seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk menunjang proses pemulihan tubuh.

"Jangan lupa banyak minum air matang dan bersih atau air mineral agar tidak dehidrasi dan konsumsi hanya makanan bergizi seimbang,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro dalam siaran pers beberapa waktu lalu. 

Reisa mengungkapkan, pasien Covid-19 juga harus rajin berolahraga serta mempersiapkan stok vitamin dan suplemen. Hal lain yang perlu diperhatikan saat isolasi mandiri adalah memastikan tempatnya memiliki sirkulasi udara yang baik.

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan panduan gizi seimbang pada masa Covid-19. Pertama, mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, jagung, kentang, umbi hingga sagu. 

Advertisement

Kedua, memenuhi asupan protein dari sumber makanan seperti tempe, kacang-kacangan, daging, telur, ayam, ikan, dan lainnya.

Ketiga, mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang merupakan sumber vitamin, mineral dan serat. Terutama, sayuran dan buah-buahan yang berwarna warni. “Sayuran dan buah itu sangat dibutuhkan oleh tubuh, terutama untuk mengoptimalkan sistem imunitas di kala masa pandemi seperti ini,” ujar Reisa.

Adapun menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bagi orang dewasa yang terinfeksi Covid-19 penting untuk mengonsumsi makanan yang segar dan tak diolah. Idealnya makanan mengandung vitamin, mineral, serat, protein, dan antioksidan yang cukup. 

Para pasien Covid-19 yang sedang dalam proses pemulihan perlu menghindari konsumsi gula, lemak, dan garam yang berlebihan untuk menghindari risiko kelebihan berat badan, obesitas, penyakit jantung, stroke, hingga diabetes. Hal ini guna menghindari munculnya penyakit penyerta yang memperlambat pemulihan di tubuh.

WHO menyarankan untuk memakan empat porsi buah, lima porsi sayuran, 180 gram biji-bijian, 160 gram daging dan kacang-kacangan setiap harinya. Dalam seminggu, daging merah hanya dapat dimakan satu sampai dua kali dan unggas dua sampai tiga kali. Namun, daging putih yang berasal dari unggas dan ikan lebih disarankan. Sebab, kandungan lemaknya lebih rendah daripada daging merah.

Menurut WHO, jangan terlalu lama memasak sayur dan buah karena akan menghilangkan vitamin penting di dalamnya. Batasi pula jumlah garam dan bumbu natrium tinggi, seperti kecap dan kecap ikan, saat memasak.

Selain itu, hindari mengonsumsi daging olahan karena memiliki lemak dan garam yang tinggi serta makanan olahan atau cepat saji seperti gorengan dan makanan ringan. Untuk camilan, orang yang sedang proses pemulihan disarankan memilih sayuran mentah atau buah segar dibandingkan mengonsumsi makanan yang tinggi gula, lemak, dan garam.

Pasien Covid-19 juga perlu mengonsumsi air putih sebanyak delapan sampai 10 gelas per harinya. Jika bosan dengan air putih, minuman lain seperti jus lemon yang dicairkan dengan air dan tanpa pemanis, teh, dan kopi pahit dapat menjadi pilihan. Saat pemulihan, penting untuk membatasi konsumsi minuman ringan dan bersoda atau minuman yang tinggi kandungan gulanya.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait