Apa Saja yang Dicari Masyarakat Indonesia di Internet Saat Pandemi?

Terjadi perubahan perilaku masyarakat Indonesia dalam penelusuran internet melalui Google selama pandemi Covid-19. Setidaknya ada lima tujuan berselancar di dunia maya.
Image title
15 Oktober 2021, 13:10
Internet
Arief Kamaludin|KATADATA

Laporan Think with Google bertajuk “Year in Search 2020 Indonesia” mengungkap berbagai temuan dari penelusuran kata kunci di internet yang banyak dicari oleh masyarakat Indonesia selama pandemi corona.

Dari temuan-temuan tersebut, di antaranya menggambarkan kepedulian masyarakat akan upaya menangani permasalahan individu. Termasuk, upaya meningkatkan keterampilan diri dalam menghadapi era ketidakpastian.

Masyarakat juga mulai sadar akan pentingnya merawat lingkungan sekitar dan mengadopsi gaya hidup tersebut selama melakukan karantina mandiri. Selain itu, untuk tetap merasakan kebahagian di tengah pembatasan berbagai hal, masyarakat berupaya mencari kesenangan di internet melalui penelusuran terkait humor atau hobi. 

Berbagai hal tersebut dirangkum dalam lima aspek berikut ini:

1. Persoalan Individu

Terdapat dua temuan penting dalam aspek ini. Pertama, terdapat peningkatan pencarian mengenai kesehatan mental di internet. Google menemukan bahwa masyarakat Indonesia menggunakan internet untuk memprioritaskan kesehatan mental dan kualitas hidupnya. Penelusuran terkait kesehatan mental meningkat hingga 70 persen dan perawatan diri 45 persen.

Kedua, banyaknya persoalan sosial domestik dan global memicu masyarakat Indonesia untuk lebih mengedukasi diri sendiri. Antara lain terlihat dari penelusuran mengenai definisi rasisme yang meningkat 40 persen dan kesetaraan gender yang meningkat hingga 25 persen.

2. Tujuan yang Lebih Tinggi

Pandemi turut meningkatkan rasa kemanusiaan dan nilai yang ada dalam diri. Masyarakat mulai sadar akan pentingnya merawat lingkungan sekitar dan mengadopsi gaya hidup tersebut selama melakukan karantina mandiri. 

Pencarian mengenai masker yang dapat digunakan kembali mengalami peningkatan.  Selain itu, penelusuran mengenai bebas plastik sebagai respons kebijakan Jakarta terhadap pelarangan penggunaan plastik sekali pakai naik hingga 35 persen. 

Selain isu lingkungan, adanya kebijakan pembatasan sosial membuat masyarakat semakin berempati dan memiliki keinginan untuk saling memberi. Pencarian mengenai ‘menyumbangkan’ meningkat 150 persen dan ‘paket sembako’ 200 persen.

3. Pencarian Diri

Adanya pandemi mengharuskan masyarakat mengubah gaya hidupnya dengan bekerja, belajar, dan beraktivitas di rumah dalam waktu yang lama. Untuk menyesuaikannya, masyarakat mencari cara tersendiri. Terjadi peningkatan 60 persen pencarian ‘lagu untuk belajar’ dan 130 persen ‘lagu untuk kerja’.

Adapun 140 persen peningkatan juga terjadi dalam pencarian ‘cara produktif’. Tak hanya efektivitas bekerja, Google mencatat peningkatan dalam aspek pembelajaran. Terdapat peningkatan sebesar 180 persen dalam pencarian ‘e-learning’. Masyarakat juga mencari tahu mengenai kegiatan anak di rumah yang meningkat hingga 330 persen.

4. Pencarian Kesenangan

Karena pembatasan sosial, masyarakat mencari cara untuk tetap memiliki hiburan meski di rumah saja. Penelusuran terkait siniar (podcast) dan meditasi meningkat, masing-masing 105 persen dan 20 persen. Selain itu, Indonesia merupakan negara dengan tingkat pencarian terkait humor terbanyak. 

Untuk tetap produktif dan bahagia di rumah selama pandemi, masyarakat menemukan beragam hobi baru dan mencari beberapa kata kunci terkait itu. Seperti ‘pembuatan es krim’ yang meningkat 30 persen, ‘tanaman rumah’ sebesar 120 persen, ‘resep mudah’ sebesar 30 persen, dan ‘cara tanam’ sebesar 55 persen.

Penelusuran seperti ‘ikan cupang’ dan ‘adopsi kucing’ juga masing-masing meningkat 110 persen dan 55 persen.

5. Pembuktian Masa Depan

Di masa banyaknya ketidakpastian, masyarakat mulai mencari keterampilan dan bisnis baru untuk bertahan hidup. Peningkatan sebesar 20 persen terjadi pada kata kunci ‘cara membuat aplikasi’. Sementara terkait ‘data science’ meningkat 40 persen, ‘online course’  sebesar 35 persen, dan ‘digital marketing’ sebesar 35 persen.

Masyarakat juga meningkatkan pengetahuan keuangannya yang tergambar dari peningkatan 60 persen pada kata kunci ‘apa dana darurat’. Masyarakat juga proaktif akan manajemen kesehatan. Penelusuran terkait ‘cara mencuci tangan yang benar’ melonjak hingga 650 persen. Selain itu, 160 persen peningkatan terkait ‘menjaga kesehatan’.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait