Bagaimana Mengetahui Kita Terkena Covid-19 atau Hanya Pilek?

Kehilangan daya penciuman serta perasa atau anosmia merupakan salah satu indikator paling penting dalam menguji apakah terkena Covid-19 atau tidak.
Image title
7 November 2021, 07:00
Warga melintas di depan tentang mural COVID-19 di Jakarta, Selasa (2/11/2021).
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Warga melintas di depan tentang mural Covid-19 di Jakarta, Selasa (2/11/2021).

Batuk dan demam merupakan gejala umum yang ditemukan pada penderita Covid-19. Sepintas, ini merupakan gejala yang biasa kita rasakan ketika terkena selesma (pilek) atau flu biasa. Lalu, bagaimana cara membedakan apakah kita terkena Covid-19 atau hanya pilek biasa?

Mengutip laman GAVI ‒organisasi internasional yang mendorong akses imunisasi di negara miskin‒ Profesor Epidemiologi Genetik King's College London Tim Spector, melakukan studi terkait gejala Covid-19. Ia memimpin UK’s ZOE COVID Symptom Study yang telah berjalan sejak Maret 2020 dan memiliki 4 juta kontributor harian.

Dia mengatakan, penelitian yang dilakukannya menunjukkan bahwa gejala utama Covid-19 tidak hanya batuk, demam, dan kehilangan atau perubahan indera penciuman. Selain itu, terjadi peningkatan persinggungan antara gejala selesma (common cold) dan Covid-19, terutama di antara mereka yang telah divaksinasi.

"Hampir 50 persen orang yang tes PCR-nya positif tidak menunjukkan gejala klasik padahal sebenarnya mereka bisa menularkan,” ujar Tim dalam tayangan Youtube bertajuk Every Day They Deliberate, More People Are Getting Infected.

Advertisement

Sejak Maret 2021, UK’s ZOE COVID Symptom Study telah melaporkan 21 gejala Covid-19, di antaranya bersin, sakit tenggorokan, suara serak, dan ingusan yang biasanya diasosiasikan sebagai selesma. Meski demikian, hilangnya bau (anosmia) atau kehilangan rasa masih merupakan salah satu indikator paling penting dalam pengujian, apakah terkena Covid-19 atau hanya selesma. 

Jadi, itu adalah gejala yang penting untuk diwaspadai, meskipun kita sudah atau belum divaksinasi. Cara yang bisa dilakukan untuk memeriksanya adalah dengan mencium bau atau merasakan makanan yang ada di rumah. 

Studi tersebut juga mengungkap perbedaan gejala Covid-19 antara orang yang telah dan belum menerima vaksin. Gejala paling umum pada orang yang sudah divaksinasi di antaranya ingusan, sakit kepala, bersin-bersin, sakit tenggorokan, dan anosmia. 

Sedangkan bagi mereka yang belum divaksinasi, gejala umum yang dirasakan seperti sakit kepala, ingusan, sakit tenggorokan, demam dan batuk yang cukup intens.

“Ada ribuan kasus setiap hari yang sebenarnya Covid-19, namun orang-orang berpikir hanya pilek biasa dan menularkan ke orang lain. Dan itulah salah satu alasan kenapa tingkat kasus di Inggris lebih tinggi dari negara lain,” kata Tim.

Apabila merasa tidak enak badan, Tim menyarankan untuk bekerja di rumah selama beberapa hari untuk melakukan tes Covid-19 dan menghindari penularan ke orang lain. "Jika kamu merasa selesma, berpikirlah jika itu mungkin saja Covid-19 dan tetap menjaga jarak sampai kamu tahu itu Covid-19 atau bukan,” tuturnya.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait