Gambaran Negara-negara yang Melakukan Vaksinasi Covid-19 untuk Anak

Berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia, memberikan vaksin Covid-19 kepada anak-anak.
Image title
12 November 2021, 16:35
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menerima dosis kedua vaksin AstraZeneca penyakit virus corona (COVID-19) dari James Black, di Francis Crick Institute di London, Inggris, Kamis (3/6/2021).
ANTARA FOTO/REUTERS/Matt Dunham/Pool /FOC/sa.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menerima dosis kedua vaksin AstraZeneca penyakit virus corona (COVID-19) dari James Black, di Francis Crick Institute di London, Inggris, Kamis (3/6/2021).

Vaksinasi Covid-19 tidak hanya diberikan kepada orang dewasa. Berbagai negara di dunia ‒termasuk Indonesia‒ memberikan vaksin Covid-19 kepada anak-anak dengan ketentuan yang berbeda-beda. 

Setelah menjalankan program vaksinasi Covid-19 untuk anak remaja berusia 12-17 tahun, kini Indonesia membidik anak usia 6-11 tahun untuk mengikuti program ini. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 Sinovac, yakni CoronaVac dan vaksin Covid-19 dari Bio Farma bagi kelompok usia tersebut.

Berdasarkan informasi yang dilansir laman Covid19.go.id, menurut hasil laporan uji klinis, aspek imunogenisitas atau respons imun tubuh yang dihasilkan pada anak mencapai 96,15 persen, lebih tinggi daripada orang dewasa. Selain itu, vaksin Sinovac dinilai aman untuk anak 6 – 11 tahun.

“Saya kira ini berita yang menggembirakan karena kami yakin bahwa vaksinasi anak menjadi sesuatu yang mendesak saat ini, apalagi pembelajaran tatap muka sudah dimulai,” ujar Kepala BPOM Penny K. Lukito beberapa waktu lalu. 

Ia mengatakan, dengan semakin banyak segmen anak yang bisa divaksinasi Covid-19, kepercayaan diri orang tua untuk mengizinkan anaknya mengikuti sekolah tatap muka bisa meningkat. Adapun terkait pemberian vaksin kepada anak di bawah 6 tahun masih diperlukan evaluasi lanjutan. 

Berbeda negara, berbeda beda pula prosedur dan kebijakan yang ditempuh. Di Amerika Serikat (AS), regulator merekomendasikan satu dosis vaksin Pfizer untuk anak usia 5 – 11 tahun. 

WHO memang melansir bahwa vaksin Pfizer cocok untuk mereka yang berusia 12 tahun ke atas. Tapi, mengutip BBC Indonesia, rupanya terdapat beberapa perbedaan aturan besar dalam vaksinasi Covid-19 untuk anak di berbagai negara, berikut ini gambarannya.

Amerika Serikat

Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) menerbitkan arahan penggunaan Pfizer yang disebut lebih dari 95 persen efektif dalam memberikan imunitas atas Covid-19.

Efektifitas tersebut berlaku bagi kelompok anak berusia 5 sampai 11 tahun. Adapun sejak Juni 2021, vaksinasi untuk anak di atas 12 tahun telah dimulai di AS. 

Tiongkok

Sejak Juni 2021, Tiongkok mulai memperbolehkan anak-anak 3-17 tahun mendapatkan vaksin Sinovac. Negara ini menargetkan 80 persen dari 1,4 juta populasi tenaga pendidik mendapat vaksin sampai pengujung 2021. Oleh karena itu, Tiongkok perlu memvaksin banyak orang yang berusia di bawah 18 tahun, selain orang dewasa. 

Eropa

Sejumlah negara di Eropa berusaha bergerak bersama dengan kecepatan berbeda-beda. Pada Mei, Badan Pengawas Obat-obatan Eropa (EMA) memberi izin penggunaan vaksin Pfizer untuk anak-anak usia 12-15 tahun. Sejak itu, negara-negara di Uni Eropa bergerak dengan kecepatan berbeda.

Denmark menyasar memberikan vaksin Covid-19 untuk usia 12-15 tahun dan Spanyol untuk usia 12 – 19 tahun. Sebagian besar populasi anak-anak di kedua negara tersebut setidaknya telah mendapatkan satu dosis vaksin. 

Sementara itu, Prancis juga bergerak cepat. Sebanyak 72 persen dari populasi usia 12-17 tahun telah disuntik vaksin Covid-19 dengan dosis pertama. Sedangkan sebanyak 65 persen sudah disuntik dengan dosis penuh per 30 September.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait