3 Risiko Bepergian Saat Pandemi Covid-19. Apa yang Perlu Diperhatikan?

CDC mengumumkan tiga kategori risiko yang perlu diperhatikan saat menggunakan transportasi ketika bepergian saat pandemi Covid-19.
Image title
11 November 2021, 09:00
Suasana terminal kedatangan Bandara Internasional Lombok di Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (6/10/2021). Menurut data PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Lombok mencatat kenaikan jumlah penumpang sebesar 15 persen di Agustus 2021 jika dibandingkan dengan
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/hp.
Suasana terminal kedatangan Bandara Internasional Lombok di Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (6/10/2021).

Setelah kasus positif Covid-19 mulai mereda, mobilitas masyarakat mulai meningkat seiring penurunan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Banyak yang bepergian hingga menetap beberapa hari di luar rumah. 

Meski begitu, melakukan perjalanan saat pandemi memiliki risiko tersendiri. Oleh karenanya, perlu memperhatikan dan mempertimbang berbagai aspek risikonya sebelum bepergian.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, ada tiga pengelompokkan risiko, yakni lebih aman, kurang aman, dan perlu dihindari saat bepergian.

CDC menyebutkan, akan lebih aman ketika pergi bersama orang yang serumah dan sudah sepenuhnya divaksin. Lalu, akan kurang aman jika melakukan kontak erat dengan orang yang belum dua kali disuntik vaksin dan bukan serumah. Sebaiknya juga menghindari keramaian jika sedang bepergian. 

Ketika menggunakan alat transportasi, akan lebih aman jika mengadakan perjalanan berjarak dekat dengan keluarga serumah dan sudah divaksin dua kali. Selain itu, hindari berhenti di rest area terlalu sering. Jika perlu menggunakan pesawat, pilihlah yang minim transit.

CDC juga menyebutkan akan kurang aman ketika melakukan perjalanan yang jaraknya jauh dengan menggunakan mobil atau karavan namun sering melakukan pemberhentian.  Kegiatan mengisi bahan bakar mobil, makan, atau ke toilet akan membuat kontak erat dengan orang lain dan dapat menyentuh permukaan lebih sering. Jadi, berhentilah seperlunya. 

Terakhir, hal yang perlu dihindari adalah perjalanan jarak jauh menggunakan kereta api, bus, perahu sungai atau kapal pesiar. Namun, jika harus bepergian menggunakan bus dan kereta api, usahakan berjarak lebih dari dua meter dengan orang lain saat duduk atau berdiri. 

Jangan lupa pula untuk berdekatan dengan jendela yang terbuka, memakai masker N95 atau KN95, hindari berjabat tangan, dan selalu menggunakan hand sanitizer.

Sementara jika melakukan perjalanan menggunakan pesawat, perhatikan momen saat mengantre karena besar kemungkinan terjadi kontak langsung dengan orang lain atau menyentuh permukaan. 

Meski virus dan bakteri tidak tersebar secara cepat saat pesawat lepas landas karena sirkulasi dan filter udaranya, penumpang tetap perlu menjaga jarak.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait