Literasi Digital Netizen Fair Digelar November 2021 di 34 Provinsi

Kecakapan digital menjadi hal mutlak di tengah perkembangan digitalisasi yang pesat saat ini.
Image title
Oleh Anshar Dwi Wibowo - Tim Publikasi Katadata
27 Oktober 2021, 17:13
Literasi Digital Netizen Fair Digelar November 2021 di 34 Provinsi
Katadata

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi bersiap untuk menggelar Literasi Digital Netizen Fair (LDNF) pada November 2021 mendatang. LDNF akan dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia.

Dalam menyambut pembukaan LDNF ini, Kemenkominfo dan GNLD Siberkreasi menggelar Pekan Literasi Digital di dua kota pada akhir September dan pertengahan Oktober ini, yakni di Kota Sorong (Papua) dan Mandalika (Lombok). Kegiatan selama dua hari ini masing-masing diikuti hingga 600 peserta secara daring (online) dan luring (offline).

Sejumlah tokoh penting ikut berpartisipasi untuk mengisi berbagai sesi yang dihadirkan di Pekan Literasi Digital, seperti Regional Operations Gojek Raden Bagus Faizal Irany Sidharta, CEO NTB Mall H. Ricky Hartono Putra, Kepala LKPU UM Sorong Teguh Hidayat Iskandar Alam, hingga Pegiat UMKM Siti Ashter.

Seperti diketahui, Pekan Literasi Digital merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan pamungkas dalam menyambut Literasi Digital Netizen Fair yang bertujuan untuk menyiapkan talenta dan kecakapan digital dalam menghadapi transformasi digital.

Program ini melingkupi berbagai kegiatan dan pelatihan yang dilaksanakan secara gratis dan terbuka. Selain itu, Pekan Literasi Digital juga disemarakkan dengan Lomba Produksi Konten Inspiratif Kategori Fotografi untuk para peserta.

Adapun Program Literasi Digital Nasional dengan tajuk #MakinCakapDigital telah diluncurkan pada 20 Mei 2021. Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk mendorong literasi digital kepada masyarakat dalam optimalisasi penggunaan teknologi digital hingga upaya menanggulangi ancaman bahaya siber, seperti penyebaran konten negatif dan cyberbullying atau perundungan siber. 

Berdasarkan laporan riset yang dilakukan oleh Hootsuite dan We Are Social di 2021, sebanyak 202,6 juta atau 73 persen dari total populasi masyarakat Indonesia adalah pengguna aktif internet. Sementara, jumlah pengguna media sosial mencapai 170 juta pengguna atau 61,8 persen dari total populasi.

Program Literasi Digital Nasional ini membidik sebanyak 12,4 juta masyarakat di Indonesia. Harapannya, masyarakat dapat berpartisipasi menyebarkan konten positif dan produktif di dunia digital. Ada 4 (empat) modul literasi digital yang disiapkan pada program GNLD Siberkreasi, yakni Budaya Bermedia Digital, (2) Aman Bermedia Digital, (3) Etis Bermedia Digital, dan (4) Cakap Bermedia Digital.

Lebih lanjut, pada tahun 2021 ini Program Literasi Digital Nasional juga akan menghadirkan 20.000 kegiatan yang merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Kominfo, GNLD Siberkreasi, dengan pemerintah daerah (pemda), dan lebih dari 110 lembaga pegiat literasi digital, sektor privat, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan. 

Menteri Kominfo Johnny G. Plate mengungkap bahwa kecakapan digital menjadi hal mutlak di tengah perkembangan digitalisasi yang pesat saat ini. Data World Bank di 2016 menyebutkan bahwa Indonesia butuh 9 juta talenta digital atau 600.000 setiap tahunnya, terhitung sejak 2015 sampai 2030. Apalagi, Pemerintah juga tengah mendorong transformasi digital melalui sejumlah agenda besar, seperti Making Indonesia 4.0. 

Didorongnya agenda transformasi digital tersebut tidak terlepas dari nilai transaksi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai Rp 4.531 triliun pada 2030. Adapun pada 2020, nilai ekonomi digital nasional sebesar Rp 632 triliun atau 4 persen dari PDB, menurut laporan Kementerian Perdagangan. 

Hal demikian, menunjukkan bahwa potensi perkembangan teknologi serta disrupsinya memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perekonomian bangsa. Karenanya, dibutuhkan peningkatan kapasitas kecakapan digital di berbagai level untuk dapat mengoptimalkan potensi tersebut. 

Secara khusus, literasi digital menjadi suatu kebutuhan yang sangat urgen mengingat Indonesia masih memiliki tantangan struktural, di mana kesenjangan akses internet antar-daerah masih besar. Selain itu, pertumbuhan penetrasi internet belum diikuti dengan arus informasi yang baik.

Menurut Economist Intelligence Unit, Indonesia berada di urutan ke-61 dari 100 negara terkait kesiapan menggunakan internet pada 2020. Posisi Indonesia tertinggal dari negara tetangga, seperti Singapura (peringkat 22) dan Malaysia (peringkat 33).

“Maka itu, kebutuhan akan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sangat mendesak sehingga perlu diupayakan secara masif, kolaboratif, dan berkelanjutan,” ujar Menkominfo. 

Informasi lebih lanjut tentang literasi digital dapat diakses melalui info.literasidigital.id.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait