Pertamina Masuk EITI untuk Bisnis Bersih dan Transparan

Komitmen Pertamina untuk memperkuat praktik bisnis yang bersih, transparan, dan etis diwujudkan dengan menjadi Supporting Company Extractive Industry Transparency Initiatives (EITI) pada Oktober 2022.
Image title
Oleh Yanuar
23 November 2022, 17:23
Gedung Pertamina di kawasan Jakarta Pusat (09/08).
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Gedung Pertamina di kawasan Jakarta Pusat (09/08).

 

Komitmen Pertamina untuk memperkuat praktik bisnis yang bersih, transparan, dan etis diwujudkan dengan menjadi Supporting Company Extractive Industry Transparency Initiatives (EITI) pada Oktober 2022.

EITI merupakan koalisi internasional antara pemerintah, perusahaan, investor dan kelompok masyarakat yang menetapkan standar global transparansi dalam hal perpajakan dan pembayaran pada pemerintah di sektor ekstraktif seperti migas, mineral dan batubara.

Standar EITI telah diterapkan di lebih dari 50 negara untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas yang merupakan wujud dari praktik tata kelola yang baik (good governance), demikian siaran pers Corporate Communication Pertamina, Rabu (23/11).

Advertisement

Sebanyak 21 perusahaan migas global seperti ExxonMobil, TotalEnergies, dan Equinor, serta 43 perusahaan kelas dunia dari industri lainnya juga bergabung dengan EITI. Sedangkan Pertamina merupakan perusahaan migas pertama di Asia Tenggara yang mendukung langsung EITI.

Berkaitan dengan dukungan terhadap EITI ini, pada 16 November lalu, dilakukan pertemuan antara para pejabat EITI dan Pertamina.

Hadir dari EITI di antaranya Executive Director Mark Robinson, Asia Director & Anti-Corruption Lead Marie Gay Alessandra Ordenes, Country Officer-Asia Emanuel Y.H. Bria, Head of EITI Secretariat Indonesia (Kepala Pusdatin ESDM) Agus Cahyono Adi.

Sedangkan wakil Pertamina antara lain Direktur Keuangan Emma Sri Martini, Direktur SPPU Salyadi Saputra, VP Investor Relations, Juferson. V Mangempis, serta Tim ESG Pertamina.

Dalam pertemuan itu, Emma Sri Martini mengungkapkan Pertamina ingin terus meningkatkan standar penerapan tata kelola perusahaan ke level internasional untuk meningkatkan kepercayaan publik pada perusahaan.

"Bergabungnya Pertamina menjadi EITI Supporting Company menegaskan komitmen kami untuk mewujudkan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Bergabungnya Pertamina juga merupakan kebanggaan bagi perusahaan dan saya berharap dapat menjadi contoh bagi perusahaan lainnya di Indonesia untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik," kata Emma.

Inisiatif Pertamina ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap Indonesia sebagai negara yang telah mengimplementasikan standar EITI. Dikutip dari Kementerian ESDM, pelaksanaan kegiatan transparansi industri ekstraktif sudah berjalan lebih dari 10 tahun di Indonesia.

Diprakarsai pada tahun 2007, Pemerintah Indonesia selanjutnya mengeluarkan Peraturan Presiden  No. 26/2010 tentang Transparansi Pendapatan Negara dan Pendapatan Daerah yang diperoleh dari Industri Ekstraktif. Sejak menjadi anggota EITI Internasional, Indonesia telah menerbitkan 9 laporan EITI.

Sebelum bergabung menjadi EITI Supporting Company, Pertamina Group telah berkomitmen memenuhi standar EITI di negara pelaksana EITI tempat mereka beroperasi.

Di Indonesia, laporan EITI disampaikan melalui Pertamina Hulu Energi sebagaimana dikoordinasikan oleh Kementerian ESDM. Di Irak, Gabon dan Tanzania, pelaporan dilakukan pemerintah masing-masing negara.

Direktur Sekretariat EITI Internasional, Mark Robinson, mengatakan bahwa melalui komitmennya untuk memenuhi ekspektasi perusahaan pendukung EITI, Pertamina memiliki kesempatan untuk belajar dari praktik terbaik internasional dan menjadi pemimpin industri untuk mengadvokasi prinsip-prinsip EITI secara internasional, khususnya di kawasan Asia Pasifik.

"Saya mengucapkan selamat bergabung kepada Pertamina sebagai EITI Supporting Company dan saya senang dengan upaya Pertamina selama ini dalam mendorong tata kelola yang baik di sektor minyak dan gas," ucapnya.

9 Ekspektasi Standar EITI

Ada 9 ekspektasi yang harus dipenuhi EITI Supporting Company, yakni:

  1. Menjadikan Prinsip dan Standar EITI sebagai standar tata kelola
  2. Membuat pengungkapan keuangan yang komprehensif
  3. Mengungkapkan pajak dan pembayaran kepada pemerintah
  4. Mengungkapkan volume yang diterima dan pembayaran yang dilakukan ketika melakukan transaksi migas
  5. Mengungkapkan laporan keuangan yang telah diaudit
  6. Mengungkapkan secara transparan terkait Beneficial Ownership
  7. Mempublikasikan kebijakan anti-korupsi perusahaan
  8. Mempublikasikan dukungan pemerintah seperti kontrak dan lisensi
  9. Mempublikasikan kebijakan perusahaan terkait keberagaman gender di lingkungan kerja

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait