Data Center Berbasis Energi Biru akan Hadir di Indonesia

Pada 2024 pertengahan paling lambat data center berbasiskan energi biru dan ramah lingkungan akan ada di Indonesia.
Anshar Dwi Wibowo
4 Januari 2023, 16:13
Hyperscale Data Center Telkom, Cikarang
Telkom

Usai melakukan Groundbreaking NeutraDC Hyperscale Data Center (HDC) Batam pada Desember 2022, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus mendorong pemanfaatan energi ramah lingkungan dalam pengeoperasinannya. 

Direktur Wholesale & International Service Telkom Bogi Witjaksono mengatakan, salah satu kunci keberhasilan data center adalah tingkat efisiensi dalam penggunaan energi.

Menurutnya, dengan semakin tinggi kemampuan computing dari penghuni data center yang dalam hal ini adalah pemain digital, maka membutuhkan energi yang sangat besar. Untuk itu, para pemain digital tersebut membutuhkan energi yang efisien dan hijau (green). 

“Kita akan buktikan, pada 2024 pertengahan paling lambat data center berbasiskan energi biru dan ramah lingkungan akan ada di Indonesia,” katanya.

Advertisement

Terkait dengan teknologi energi terbarukan dan green energy ini, Telkom bekerja sama dengan Medco dan akan melibatkan PLN untuk proses distribusinya. Tak hanya itu, Telkom pun bekerja sama dengan Singtel yang juga pemain lama data center di Singapura. 

Telkom dan Singtel siap menangkap potensi kebutuhan spillover demand yang berasal dari Singapura dan sekitarnya, selain untuk memenuhi kebutuhan domestik di Indonesia.

Lebih lanjut Bogi mengatakan, pada tahun 2030 nanti Indonesia setidaknya membutuhkan minimal 1.200 MegaWatt atau 1,2 GW data center. Ini menjadi peluang sangat besar yang tidak lepas dari peran demografi yang menyebabkan kebutuhan tersebut kian meningkat. 

Ia mengatakan, Telkom dapat menjadi bagian dari pemain dominan dan bergerak cepat untuk membangun ekosistem data center. Sebab, semua lini kehidupan akan terkoneksi secara digital dengan basis data yang diperkirakan dari IoT maupun devices jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan saat ini di broadband biasa. 

“Telkom sebagai agen pemerintah dalam hal digitalisasi harus berpikir beyond, tidak hanya membangun data center tapi lebih ke membangun ekosistemnya demi membangun negeri ini untuk digital sovereignty,” tambah Bogi.

Dalam dua tahun ke depan, TelkomGroup akan fokus untuk memperkuat dan mengembangkan data center yang dimiliki untuk menangkap peluang pasar pemain digital global.

Selain memiliki kapasitas besar dengan standar tier 3 dan 4, HDC Batam akan menjadi bagian dari ekosistem pusat data TelkomGroup yang terhubung dengan data center domestik dan internasional, edge data center, dan hyperscale data center di Cikarang.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait