Advertisement
Analisis | Mengapa Anies Unggul Head to Head di Mata Pemilih Muda? - Analisis Data Katadata
ANALISIS

Mengapa Anies Unggul Head to Head di Mata Pemilih Muda?

Foto: Joshua Siringo-ringo/ Ilustrasi/ Katadata
Survei CSIS menunjukkan Anies Baswedan populer di mata pemilih muda jika dihadapkan satu lawan satu dengan Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto. Mengapa nama Gubernur DKI Jakarta tersebut lebih unggul?
Dzulfiqar Fathur Rahman
29 September 2022, 05.45

Ada tiga nama yang kerap memimpin dalam berbagai survei elektabilitas calon presiden (capres), yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Elektabilitas ketiganya jauh di atas nama-nama politisi lain, termasuk survei terhadap kalangan pemilih muda.

Dalam survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia terhadap 1.192 responden berusia antara 17-39 tahun, ketiga nama memuncaki elektabilitas. Nama Ganjar berada di puncak, disusul Prabowo dan Anies ketika responden disodorkan tujuh nama. 

Begitu pula ketika disodorkan tiga nama, Ganjar yang teratas. Namun posisi Anies dan Prabowo bertukar. 

Akan tetapi jika dihadapkan satu lawan satu, Anies menjadi pilihan pemilih muda. Baik saat dihadapkan dengan Ganjar maupun Prabowo. 

Dalam jajak pendapat yang menghadapkannya dengan Ganjar misalnya, Anies diperkirakan memperoleh 47,8% pangsa suara. Ini 3,9 poin persentase lebih tinggi dari Ganjar. Sementara  ada 7,6% tidak menjawab dan sisanya belum menentukan pilihan.

“Ketika dilakukan head-to-head antara Anies dan Ganjar, kami menemukan angka yang ini,” kata Arya Fernandes, peneliti CSIS Indonesia, dalam peluncuran jajak pendapat tersebut pada Senin (26/9/2022). 

Menurutnya, perubahan komposisi suara ini disebabkan ada perpindahan dukungan pemilih dari calon-calon lain. Anies mendapat limpahan suara dari mayoritas pendukung Prabowo-Sandiaga Uno, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Ganjar hanya memperoleh peralihan suara dari pendukung Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani. Walaupun ada juga pendukung Puan yang berpaling ke Anies.

Hasil survei ini memang belum menunjukkan realitas pemilih dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Meskipun kecenderungan pemilih generasi milenial dan Gen Z ini dapat memberikan gambaran yang mewakilkan sebagian besar pemilih. Hal ini mengingat suara mereka menyumbang hampir 60% dari total pemilih. 

(Baca: Mematut Peluang Prabowo di Palagan Pilpres 2024)

Anies telah menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024. Namun, terlepas dari popularitas dan elektabilitasnya, belum ada partai yang secara resmi memutuskan untuk mengusung mantan rektor Universitas Paramadina ini.

Partai Gerindra—yang mengusung Anies untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada 2017—terlihat akan mengusung ketua umumnya sendiri, yaitu Prabowo. Sementara Ganjar belum memperoleh dukungan resmi dari PDIP, partai tempatnya bernaung.

Di sisi lain Puan Maharani, putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, telah menunjukkan tanda-tanda bakal berpartisipasi dalam Pilpres mendatang. 

Editor: Aria W. Yudhistira