Pengusaha Bantah Pernyataan Jokowi Soal PHK

Apindo tengah menyusun data perusahaan yang telah merumahkan tenaga kerjanya. Rencananya, data tersebut akan diumumkan bulan depan.
Aria W. Yudhistira
6 Oktober 2015, 18:19
Pabrik Toyota
Donang Wahyu|KATADATA
Sejumlah pekerja tengah merakit mobil di pabrik milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia.

KATADATA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) membantah pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) pada saat ini.

Direktur Eksekutif Apindo Agung Pambudi mengatakan, setidaknya ada sekitar 1.100 pekerja yang mengalami PHK setelah dua pabrik di Provinsi Banten tutup.

“PHK itu paling tidak memang betul ada. Saya langsung mendapat informasi dari sebuah pabrik benang dan serat sintetis, masing-masing telah mem-PHK 600 pekerja dan 500 pekerjanya,” kata Agung di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa, (6/10).

(Baca: 70 Pabrik Alas Kaki Tutup Terimbas Pelemahan Rupiah)

Agung juga menyayangkan data PHK pemerintah tidak akurat, sehingga terjadi kesimpangsiuran informasi. Dia mengatakan, saat ini Apindo sedang mendata seluruh anggota Apindo yang melakukan PHK. Rencananya, bulan depan angka resmi tersebut akan dirilis.

“Jadi coba Kementerian Tenaga Kerja dan Badan Pusat Statistik (BPS) bekerjasama untuk mengeluarkan data PHK resmi,” kata Agung. (Baca: Formulasi Perhitungan Upah Buruh Ditargetkan Terbit Bulan Ini)

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan, saat ini pihaknya mencatat ada 70 gerai minimarket yang tutup akibat turunnya daya beli masyarakat. “Selain itu ada juga permasalahan kontrak minimarket yang habis. Namun rata-rata minimarket kecil yang pekerjanya empat sampai lima orang,” kata dia. (Baca: Pemerintah Luncurkan 16 Proyek Padat Karya Rp 19 Triliun)

Presiden Joko Widodo sebelumnya menyampaikan dirinya tidak pernah mendengar adanya informasi mengenai PHK. Jokowi, panggilan akrabnya, saat ini lebih senang membicarakan rekrutmen dan serapan tenaga kerja ketimbang membicarakan PHK.

“Saya tanya Menteri Perindustrian dan Menteri Tenaga Kerja tidak ada namanya PHK. Kami golongan optimistis, berpikir hanya soal rekrutmen (pekerja), bukan soal PHK (pemutusan hubungan kerja),” kata Presiden saat membuka program investasi padat karya di pabrik PT Adis Dimension Footwear, Balaraja, Tangerang, kemarin.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait