Pemerintah Luncurkan 16 Proyek Padat Karya Rp 19 Triliun

Program yang berlangsung hingga 2019 ini ditargetkan dapat menyerap 121 ribu pekerja.
Aria W. Yudhistira
5 Oktober 2015, 16:34
Sepatu UMKM
Katadata | Donang Wahyu
Pekerja menyelesaikan pembuatan sepatu merek Larici di bengkel kerja di kawasan kemang, Jakarta Selatan.

KATADATA - Pemerintah menyiapkan 16 proyek investasi pada karya senilai Rp 18,9 triliun hingga 2019. Dari proyek ini, pemerintah menargetkan dapat menyerap 121.285 pekerja.

Presiden Joko Widodo berharap program ini dapat memberikan sentimen positif bagi dunia usaha. Dia berharap, kalangan pengusaha ikut mencari jalan keluar mengatasi kesulitan ekonomi yang terjadi saat ini.

“Kami golongan optimistis, berpikir hanya soal rekruitmen (pekerja), bukan soal PHK (pemutusan hubungan kerja),” kata Presiden saat membuka program investasi padat karya di pabrik PT Adis Dimension Footwear, Balaraja, Tangerang, Senin (5/10).

Pemerintah, Presiden melanjutkan, akan menjadikan proyek ini sebagai percontohan bagi investasi yang berbasis padat karya. Pemerintah akan memberikan berbagai kemudahan investasi, salah satunya dengan menyederhanakan perizinan dari sebelumnya delapan hari menjadi hanya tiga jam. (Baca: Daya Beli Masyarakat Jadi Fokus Paket Kebijakan Tahap III)

Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan, ke-16 proyek tersebut berasal dari 11 kegiatan penanaman modal asing (PMA) dan lima penanaman modal dalam negeri (PMDN). Total rencana investasi dari program ini mencapai Rp 18,9 triliun, dan hingga September tahun ini sudah terealisasi Rp 11,4 triliun.

“Angka PHK (pemutusah hubungan kerja) saya baca mencapai 43 ribu, di sini akan ada 121 ribu serapan. Harusnya akan terseraplah,” kata Azhar. (Baca: 70 Pabrik Alas Kaki Tutup Terimbas Pelemahan Rupiah)

Menurut dia, dari 16 proyek, tujuh di antaranya bergerak di industri kulit, barang dari kulit, dan sepatu dengan rencana investasi Rp 2,2 triliun dengan realisasi Rp 2,7 triliun. Lalu ada delapan industri tekstil dengan rencana investasi Rp 12,1 triliun dan realisasi investasi Rp 8,5 triliun. Sedangkan sisanya adalah satu investasi di sektor makanan dan minuman.

“Sebanyak 73.885 orang kami targetkan terserap hingga 2016, sedangkan sisa 47.400 pekerja pada 2017 hingga 2019,” kata Azhar. (Baca: Cegah PHK, Pemerintah Bentuk Tim Khusus Pengaduan Investasi)

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan memberikan dukungan berupa kemudahan perizinan bagi investasi padat karya tersebut. Namun, dia berharap agar pemerintah daerah (Pemda) juga memberikan kemudahan perizinan bagi ke-16 investasi tersebut. “Karena saat ini kami sangat berkomitmen memacu investasi padat karya,” ujar Azhar.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait