Perusahaan Konstruksi Cina Siap Berinvestasi Rp 14 Triliun

China Machinery Engineering Corporation menyiapkan dana hingga Rp 14 triliun untuk proyek infrastruktur mulai dari kawasan industri pertanian dan pembangkit listrik
Aria W. Yudhistira
17 September 2015, 15:35
Katadata
KATADATA
Aktivitas pembangunan proyek konstruksi di kawasan perkantoran Sudirman, Jakarta.

KATADATA ? Perusahaan konstruksi dan perdagangan asal Cina, China Machinery Engineering Corporation (CMEC), menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia. Perusahaan itu menyiapkan dana investasi sekitar US$ 700 juta sampai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 10 triliun-Rp 14 triliun untuk membangun sejumlah proyek infrastruktur di tanah air.

President & Executive Director CMEC Zhang Chun mengatakan, beberapa proyek yang sidap dikerjakan perusahaannya meliputi infrastruktur kawasan industri, pertanian, serta techno park. ?Kami saat ini sedang mencari partner lokalnya,? kata dia dalam jumpa pers CMEC di hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (17/9).

Perusahaan di bidang engineering, procurement, construction (EPC) itu juga siap membangun pembangkit listrik dalam program 35 gigawatt (GW). CMEC menargetkan dapat membangun pembangkit sebesar 2,4 GW. (Baca: Pemerintah Kecewa Kapasitas Pembangkit Listrik dari Cina Rendah)

Sebelumnya, CMEC pernah berpartisipasi dalam program pembangunan pembangkit 10 GW dalam Fast Track Program tahap I. Salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin (2x115 MW). (Baca: Kualitas Pembangkit Listrik Buruk, Cina Siap Tanggung Jawab)

Advertisement

Zhang menjelaskan, saat ini CMEC sedang menyiapkan pembangunan tiga pembangkit, dan satu kawasan industri. Dia belum dapat memberitahu di mana saja infrastruktur tersebut akan dibangun, namun yang pasti lokasinya di luar Pulau Jawa.

?Kami harapkan mulai semester II tahun 2016 pembangunan akan segera dimulai,? ujar Zhang. (Baca: Cina Siap Investasi Infrastruktur Rp 1.360 Triliun)

Saat ini, pihaknya sedang mencari beberapa mitra lokal untuk bekerjasama dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur ini. Dia berharap pemerintah mendukung melalui kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada investasi. ?Apalagi Indonesia ini merupakan negara yang sangat atraktif,? kata Zhang.

Sekretaris Eksekutif Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI) Bambang Hermawanto berharap komitmen investasi Cina dapat dibarengi dengan perbaikan kualitas proyeknya. Pasalnya, dalam FTP tahap I, banyak pembangkit yang dikerjakan perusahaan asal Cina kapasitas produksinya belum mencapai 70 persen.

?FTP tahap I itu sekitar 6 GW sampai 8 GW buatan Cina, tapi 60 persen produktivitasnya masih di bawah 70 persen,? kata Bambang. (Baca: Cina Beri Utang Rp 40 Triliun untuk Tiga Bank BUMN)

Bambang mengaku akan menjadi penengah antara pemerintah dan investor Cina untuk mencari akar permasalahannya. Diharapkan apabila permasalahan tersebut dapat diselesaikan maka partisipasi Cina dalam program 35 GW akan lebih lancar.

?Jadi kami cari tahu, apakah kita (Indonesia) yang tidak bisa mengikuti spesifikasi pembangunan pembangkit mereka, ataukah memang kualitas barang mereka memang tidak bagus,? kata Bambang.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait