Minat Investasi Migas di Indonesia Masih Ada

Turunnya harga minyak juga berdampak ke blok migas yang sudah berproduksi sehingga mengurangi anggaran untuk investasi
Aria W. Yudhistira
9 Juli 2015, 19:32
Katadata
KATADATA
Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi.

KATADATA ? Minat investor untuk menanamkan modalnya di industri minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia masih ada. Salah satunya adalah Ophir Energy yang berencana membeli empat blok milik Niko Resources.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan, empat blok migas tersebut saat ini masih dalam tahap eksplorasi di wilayah laut dalam. ?Ini membuktikan iklim investasi di hulu migas Indonesia masih menarik,? kata dia di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain Niko Resources, Ophir juga akan membeli Salamander Energy. Di Indonesia, Salamander memiliki Blok Bangkanai, Blok North East Bangkanai, Blok West Bangkanai, dan Blok South East Sangatta.

?Ketika harga minyak dunia turun, harga jadi murah. Jadi ketika onstream (mulai beroperasi) nanti berharap harga naik,? kata Amien.

Advertisement

Kendati demikian, turunnya harga minyak saat ini juga berdampak ke blok migas yang sudah berproduksi. Dengan harga minyak yang rendah, para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) mulai mengurangi aktivitasnya.

Beberapa KKKS bahkan harus merevisi rencana kerja dan anggarannya atau work plan and budget (WP&B). Dari hasil revisi WP&B 2015, nilai investasi hulu migas tahun ini diprediksi turun US$ 3,4 miliar atau berkisar Rp 44 triliun.

?Tentunya diberi kesempatan merevisi, sebagian besar mengurangi aktivitas. Yang dijaga untuk tidak berkurang, itu aktivitas yang berpengaruh ke produksi, sehingga produksi untuk tahun ini berkurangnya tidak drastis,? ujar dia.

Rencana penundaan investasi juga disampaikan PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO). Anak perusahaan Pertamina tersebut menunda rencana pengeboran enam sumur migas baru di Kabupaten Bangkalan, Madura. Penundaan investasi ini disebabkan harga minyak yang masih rendah.

Presiden PHE WMO Boyke Pardede mengatakan dari total enam sumur yang direncanakan, hanya satu yang dapat direalisasikan tahun ini. Dia mengaku pengerjaan sumur sisanya akan dilanjutkan pada tahun depan hingga 2017.

?Kami tambah dengan 1 sumur eksplorasi lagi, jadi total 7 sumur akan mulai eksplorasi pada tahun depan,? kata Boyke di hotel Gran Mahakam, Jakarta, Rabu (8/7).

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait