Blok Mahakam Diserahkan ke Pertamina Merupakan Keharusan Sejarah

Kendati demikian tidak berarti seluruh blok yang akan berakhir kontraknya harus diserahkan ke Pertamina
Aria W. Yudhistira
4 Desember 2014, 11:31
Katadata
KATADATA | Arief Kamaludin
Deputi Pengendalian Perencanaan Aussie Gautama mendukung keinginan pemerintah menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam kepada Pertamina.

KATADATA ? Keinginan pemerintah menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam kepada PT Pertamina (Persero) merupakan kehendak sejarah agar perusahaan energi nasional itu bisa bersaing dengan industri minyak dan gas global.

Deputi Pengendalian Perencanaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Aussie Gautama mengatakan, pemerintah memang harus berpihak kepada Pertamina.

?Untuk (Blok) Mahakam itu sebagai keharusan sejarah untuk dikasihkan Pertamina, dan Pertamina harus siap untuk itu,? kata dia di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (3/12).

(Baca: Kelola Blok Mahakam, Pertamina Optimistis Masuk Fortune Top 50)

Advertisement

Kendati demikian, tidak berarti seluruh blok yang akan berakhir kontraknya harus diserahkan ke Pertamina. Ini tetap harus mempertimbangkan faktor pendanaan, kemampuan teknis, hingga potensi migas yang dapat diproduksi dari blok tersebut.

?Ada blok kecil bagus mau dikasih Pertamina, tapi kebanyakan repotnya dari pada hasilnya ya biarkan dia (operator sebelumnya) yang teruskan,? tutur Aussie.

SKK Migas berharap pemerintah segera memutuskan status kontrak Blok Mahakam. Ini guna menjaga keberlanjutan produksi di blok migas yang sudah berproduksi sejak 1967 itu. Menurut Aussie, perusahaan migas membutuhkan waktu sekurangnya dua tahun untuk menyiapkan investasi.

?Kalau dua tahun ke depan dan belum tahu berapa (kebutuhannya), bagaimana mau investasi,? ujar dia. (Baca: Pertamina Minta Pemerintah Segera Memutuskan Status Blok Mahakam)

Hal ini, berkaca pada perpanjangan kontrak pada 1997. Ketika itu, pemerintah sudah memutuskan status kontrak sejak 1991 sehingga operator menyiapkan kebutuhan investasi untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. ?(Sekarang) Blok Mahaka mau habis 2017, belum jelas bagaimana (statusnya),? kata Aussie.

Blok Mahakam dikelola perusahaan migas asal Prancis, Total E&P Indonesie dengan kepemilikan hak partisipasi 50 persen. Sementara, sisanya dikuasai Inpex Corporation asal Jepang.

Kontrak kerja sama Mahakam dengan Total akan berakhir pada 2017 setelah berjalan 50 tahun. Kontrak pertama diteken 31 Maret 1967 dengan jangka waktu selama 30 tahun. Pada 31 Maret 1997 diperpanjang lagi selama 20 tahun dan akan berakhir 30 Maret 2017.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait