Cek Data: PKB Janjikan Listrik Gratis, Cek Hitungan Ongkosnya!

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menjanjikan listrik gratis bagi pelanggan 450 VA. Bagaimana perhitungannya?
Reza Pahlevi
2 November 2022, 10:01
Listrik gratis, janji kampanye PKB, muhaimin iskandar
ANTARA FOTO/Jojon/nym.
Petugas PT PLN (Persero) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Rayon Benubenua menjelaskan cara memasukkan token kepada warga penerima pemasangan listrik gratis di Kecamatan Kemaraya, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (27/10/2022).

Memasuki tahun politik, partai-partai politik mulai menebar janji. Salah satunya adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dalam acara PKB Road to Election, Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandari menyampaikan lima poin janji kampanye. Salah satunya adalah listrik gratis bagi masyarakat miskin.

Kontroversi:

Muhaimin mengatakan, lima poin janji kampanye tersebut adalah hasil rapat koordinasi dan konsultasi internal partai selama tiga hari. PKB ingin memperjuangkan program listrik gratis bagi orang miskin.

“PKB wajib memperjuangkan dan menyukseskan program listrik gratis untuk orang miskin. Sudah dihitung anggarannya ternyata hanya Rp17,7 triliun per tahun,” ujar pria yang ingin dipanggil Gus AMI ini, seperti dikutip dari Viva.co.id, pada 30 Oktober 2022.

Dia mengatakan, setidaknya ada 32 juta masyarakat yang menggunakan listrik 450 VA. Masyarakat ini pula yang nantinya ditargetkan mendapatkan listrik gratis 100%.

Fakta:

Gus AMI mengatakan ada 32 juta masyarakat miskin yang menggunakan listrik 450 VA. Pernyataan ini perlu diluruskan, karena jumlahnya tidak sesuai dengan data yang dirilis PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.

Data PLN per Juni 2022 menunjukkan ada dua kelompok pelanggan penerima subsidi, yakni pelanggan 450 VA dan 900 VA. Pada kelompok pertama terdapat 24,3 juta pelanggan, sedangkan kelpompok kedua sebanyak 8,2 juta pelanggan. 

Jadi terdapat total 32,5 juta pelanggan listrik penerima subsidi. Namun, tidak semua penerima subsidi ini menggunakan listrik 450 VA.

Selanjutnya, Gus AMI menyebut biaya program listrik gratis untuk seluruh penerima listrik 450 VA ini “hanya” membutuhkan Rp17,7 triliun per tahunnya. Klaim anggaran ini juga tidak tepat.

Dalam lima tahun terakhir, pemerintah menghabiskan sekitar Rp50 triliun untuk subsidi listrik per tahun, yang hanya meliputi sebagian dari total biaya listrik. Nilai ini termasuk subsidi untuk semua pelanggan listrik rumah tangga 450 VA dan 8,2 juta pelanggan listrik 900 VA.

Pemerintah juga memberi subsidi ini untuk pelanggan sosial yang mencakup rumah ibadah dan sekolah yang disebut golongan S1, S2, dan S3. Lalu, subsidi juga diberikan untuk kelompok bisnis B1 dan industri I1 dan I2.

Anggaran subsidi tersebut belum menghitung nilai kompensasi yang juga dibayarkan pemerintah. Pemerintah membayar kompensasi listrik untuk menutupi Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik yang lebih tinggi dari tarif penjualan listrik.

Mengutip laporan keuangan PLN, biaya kompensasi yang dibayarkan pemerintah mencapai sekitar Rp20 triliun tiap tahunnya. Pada 2022, nilai subsidi dan kompensasi listrik ini akan diperkirakan bengkak menjadi total Rp131 triliun akibat kenaikan harga energi.

Lantas, berapa uang yang harus digelontorkan jika harus menggratiskan 32 juta pelanggan listrik?

Tarif keekonomian listrik untuk golongan 450 VA dan 900 VA subsidi tercatat sebesar Rp1.352 per kWh. Berkat subsidi, pelanggan 450 VA hanya membayar Rp415 per kWh dan pelanggan 900 VA subsidi hanya Rp605 per kWh.

Menggratiskan listrik sepenuhnya berarti pemerintah perlu membayar penuh tarif keekonomian yang sebesar Rp1.352 per kWh tersebut untuk 24,3 juta pelanggan 450 VA dan 8,2 juta pelanggan 900 VA bersubsidi. 

Data PLN menunjukkan pelanggan listrik 450 VA rata-rata menghabiskan 85,25 kWh per bulan dan pelanggan listrik 900 VA rata-rata menghabiskan 109 kWh per bulan. Konsumsi listrik pelanggan 450 VA berarti mencapai 1.023 kWh per tahun dan pelanggan 900 VA mencapai 1.308 kWh per tahun. 

Dengan memperhitungkan jumlah pelanggan dan tarif keekonomian, maka menggratiskan listrik untuk pelanggan 450 VA membutuhkan Rp33,61 triliun. Sementara, menggratiskan listrik untuk pelanggan 900 VA bersubsidi menghabiskan Rp14,21 triliun. 

Ini artinya total biaya untuk menggratiskan tarif listrik 100% seluruh pelanggan penerima subsidi mencapai Rp47,8 triliun tiap tahunnya. Nilai ini hampir tiga kali lipat dari biaya yang diklaim Gus AMI dalam janji kampanye partainya.

Sumber data:

PLN, “Cek Golongan Tarif Listrik PLN di Sini! Kamu Pelanggan Listrik yang Dapat Subsidi?” 

Kompas.com, “Digratiskan Jokowi, Berapa Rata-rata Tagihan Listrik 450 VA Sebulan?” 

Kontan.co.id, “Tarif listrik akan naik, ini simulasi tagihan listrik pelanggan 900-6.600 VA ke atas

---------------

Jika Anda memiliki pertanyaan atau informasi yang ingin kami periksa datanya, sampaikan melalui email: [email protected] atau hubungi via DM di akun media sosial Katadata.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait