Bappenas Setuju Pencairan Pinjaman Cina untuk Proyek Tol

Pemerintah akan akan mempercepat proses pencairan yang ditujukan untuk proyek-proyek infrastruktur.
Aria W. Yudhistira
2 Oktober 2015, 18:29
Sofyan Djalil
KATADATA | Arief Kamaludin
Menteri PPN/ Kepala Bappenas Sofyan Djalil.

KATADATA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menyetujui proses pencairan pinjaman dari Cina untuk pembangunan proyek empat jalan tol.

Menteri PPN/ Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengatakan, dirinya telah menandatangani surat persetujuan komitmen pinjaman Cina tersebut. “Saya sudah tandatangani (persetujuan) pinjaman untuk tiga tol, satu lagi mungkin Senin selesai,” kata dia saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (2/10).

Sofyan mengatakan, setelah komitmen pencairan ditandatangani, selanjutnya wewenang untuk pencairannya berada di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). (Baca: Bank BUMN Tak Istimewakan Cina untuk Garap Proyek yang Dibiayainya)

Perlu diketahui keempat jalan tol tersebut adalah Solo-Kertosono dengan jumlah pinjaman Rp 2,83 triliun, Cileunyi-Sumedang-Dawuan senilai Rp 3,4 triliun, Balikpapan-Samarinda sebesar Rp 763 miliar, serta Manado-Bitung dengan jumlah pinjaman Rp 1,24 triliun.

Menurut dia, pemerintah akan mempercepat pencairan pinjaman yang diperuntukkan proyek-proyek infrastruktur. Selama ini, proses pencairan lamban karena ada permasalahan di kedua belah pihak, baik pemerintah maupun kreditur. (Baca: Cina Diminta Segera Bangun Jalan Tol Pertama di Kalimantan)

Di pemerintah, hambatan terbesarnya adalah minimnya persiapan proyek. Oleh sebab itu,pemerintah akan menyiapkan anggaran untuk mempersiapkan studi kelayakan supaya lebih matang. “Jadi nanti kami siapkan dana yang cukup untuk preparasi proyeknya,” kata Sofyan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sebelumnya meminta, pencairan pinjaman Cina sudah harus selesai dalam tiga bulan setelah penandatanganan kontrak pada 23 September lalu.

Dia bahkan mengancam akan memutus kontrak pinjaman Cina apabila pencairannya molor. “Saya sudah bilang ke Duta Besar Cina, tiga bulan tidak selesai, kami cancel,” kata Basuki.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait