BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Bisa di Atas 5 Persen

Belanja pemerintah akan meningkat pada akhir tahun Diperkirakan realisasinya mencapai 80 persen dari saat ini yang masih di kisaran 30 persen
Aria W. Yudhistira
25 September 2015, 14:33
Pertumbuhan Ekonomi
Donang Wahyu|KATADATA
Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi 2015 bisa mencapai 4,7 persen-5,1 persen.

KATADATA ? Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2015 bisa di atas 5 persen. Semakin gencarnya realisasi investasi pemerintah pada akhir tahun akan mendorong kinerja perekonomian.

Alhasil, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan bisa mencapai 4,7 persen sampai 5,1 persen pada 2015 dibandingkan tahun lalu. Hingga akhir tahun, BI memprediksi realisasi investasi pemerintah bisa mencapai 80 persen, dari saat ini yang masih di kisaran 30 persen sampai 40 persen.

?Pengeluaran pemerintah sekarang sudah nendang lah. Sudah kick-lah. Sekarang ini realisasi ya, misalnya, belanja modal baru sekitar 30 persen-40 persen. Nanti di kuartal IV paling tinggi. Itu akan berdampak (terhadap pertumbuhan),? kata Direktur Eksekutif Kebijakan Fiskal dan Moneter BI Juda Agung di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (25/9).

Mulai meningkatnya aktivitas perekonomian terlihat dari penjualan semen yang tumbuh 14 persen. Begitu juga dengan impor barang modal seperti besi dan baja yang naik 60 persen. Melihat realisasi ini, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2015 mencapai 4,9 persen. (Baca: Pemerintah Disarankan Salurkan BLT untuk Dorong Konsumsi)

Bila perekonomian sesuai dengan perkiraan, maka semestinya akan berpengaruh positif pula terhadap nilai tukar rupiah. Begitu pula terhadap pasar modal, diharapkan bisa mengurangi tekanan dan aliran dana asing yang keluar (capital outflow).

?Rupiah ini juga kan dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan ekonomi, terutama equity market. Dengan adanya prospek yang lebih positif ini diharapkan juga equity market-nya juga lebih baik, sehingga outflow yang bersumber dari pasar saham bisa berkurang,? ujar Juda.

Dari sisi konsumsi, menurut dia, memang belum ada peningkatan signifikan. Namun, inflasi yang dijaga rendah diharapkan tidak membuat daya beli masyarakat semakin tertekan. Hingga akhir tahun, dia yakin inflasi bisa sesuai target 4 persen plus minus satu persen. Pada September ini, dia memprediksi inflasi mencapai 0,06 pesen dibandingkan Agustus dan masih kisaran 7 persen dibandingkan tahun lalu.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sebelumnya kembali merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini menjadi 4,9 persen sampai 5 persen. Revisi ini merupakan keempat kalinya yang dilakukan pemerintah atas prospek pertumbuhan 2015.

Awalnya pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,7 persen, kemudian direvisi menjadi 5,4 persen, lalu diturunkan lagi menjadi 5,2 persen. ?Ya pokoknya kami masih sekitar itu lah,? kata dia usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR awal pekan ini.

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait