Kebijakan Suku Bunga BI Tak Berubah

The Fed diperkirakan baru akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun akibat perlambatan ekonomi global
Aria W. Yudhistira
17 September 2015, 19:00
Katadata
KATADATA
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di posisi 7,5 persen dalam tujuh bulan berturut-turut.

KATADATA ? Bank Indonesia (BI) mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) di posisi 7,5 persen. Kebijakan yang tidak berubah selama tujuh bulan berturut-turut ini merupakan upaya bank sentral untuk menjaga target inflasi di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

?Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan sebesar 7,5 persen,? kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di kantornya, Jakarta, Kamis (17/9).

Selain tingkat suku bunga acuan, BI juga tidak mengubah suku bunga fasilitas simpanan BI (FASBI) di posisi 5,5 persen dan suku bunga penyediaan dana dalam rupiah atau lending facility rate sebesar 8 persen.

Menurut Tirta, keputusan RDG tersebut sekaligus untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga AS. Makanya, fokus kebijakan BI dalam jangka pendek tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan sistem keuangan. Sepanjang Agustus, BI mencatat rupiah secara rata-rata melemah sebesar 2,9 persen (mtm). Pelemahan terutama akibat devaluasi yuan serta belum pastinya kenaikan suku bunga AS.

Advertisement

?Dengan perkembangan tersebut, risiko ketidakpastian kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) di AS masih terus berlanjut, dengan kemungkinan waktu kenaikan FFR yang cenderung mundur ke akhir tahun,? kata dia.

Selain faktor suku bunga the Fed, BI juga melihat ada kecenderungan perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Meski ekonomi AS membaik, namun perlambatan ekonomi di Cina dapat menyebabkan target ekspor dan inflasi AS meleset. 

Ekonom DBS Group Research Gundy Cahyadi mengatakan, di tengah situasi perekonomian global saat ini, BI tidak memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan. Bahkan, bilamana pertumbuhan ekonomi melemah pun penurunan suku bunga tersebut sulit dilakukan.

?Malah kami melihat kemungkinan untuk menaikkan suku bunga lebih tinggi ketimbang menurunkannya,? kata dia.

Dalam pandangannya, BI memahami bahwa menjaga stabilitas pasar keuangan adalah sama penting untuk pertumbuhan ekonomi. Menjaga kepercayaan pasar terhadap rupiah merupakan tantangan pada saat sekarang. ?Ini mengapa peluang untuk menurunkan suku bunga pada tahun ini sangat rendah,? ujarnya.

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait