Pemerintah Perbaiki Infrastruktur di 10 Kawasan Pariwisata

Infrastruktur yang akan diperbaiki meliputi akses jalan pelabuhan bandara serta akomodasi di kawasan pariwisata sehingga target devisa sebesar US 20 miliar pada 2019 tercapai
Aria W. Yudhistira
14 September 2015, 14:34
Katadata
KATADATA
Rencana pengembangan kawasan ekonomi khusus pariwisata Tanjung Lesung, Banten.

KATADATA ? Pemerintah akan mengembangkan infrastruktur di 10 kawasan pariwisata mulai tahun depan. Pengembangan ini untuk mengejar target penerimaan devisa dari sektor pariwisata sebesar US$ 20 miliar pada 2019 dari saat ini yang hanya US$ 10 miliar.

Ke-10 kawasan yang akan dikembangkan itu adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Gunung Bromo (Jawa Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Kepulauan Morotai (Maluku), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Belitung (Bangka-Belitung), dan Yogyakarta.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan, pengembangan infrastruktur di ke-10 wilayah tersebut akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pariwisata.

?Perlu koordinasi karena anggaran tersebut berada di kementerian berbeda. Ada Kemenhub untuk membangun pelabuhan dan bandara, lalu ada (Kementerian) PUPR untuk membangun jalan,? kata Rizal setelah rapat koordinasi di kantornya, Jakarta, Senin (14/9).

Advertisement

Nantinya, alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur di 10 wilayah tersebut akan dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2016. Saat ini, alokasi anggaran tersebut masih dibahas bersama DPR.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kementerian pada tahun ini telah menganggarkan Rp 426 miliar untuk mengembangkan sarana jalan di beberapa kawasan pariwisata di seluruh Indonesia. ?Untuk tahun depan masih akan dibahas namun kira-kira angkanya tidak jauh dari itu,? kata dia.

Salah satu yang masuk dalam rencana Kementerian PUPR adalah pembangunan jalan menuju Danau Toba. Menurut dia, akses jalan menuju kawasan tersebut sangat buruk, sehingga tidak menarik masyarakat berwisata ke sana. ?Itu jalan lingkarnya di sana jelek sekali, perlu waktu tempuh 5 jam dari Medan,? kata Basuki.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait