Jokowi Jamin Proyek LRT Takkan Bernasib seperti Monorel

Moda transportasi berbasis rel ini diharapkan dapat mengurai kepadatan kendaraan di Jakarta Proyek ditargetkan selesai sebelum Asian Games 2018
Aria W. Yudhistira
9 September 2015, 11:23
Katadata
KATADATA
Presiden Joko Widodo meresmikan pembangunan proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) tahap I yang menghubungkan Cibubur-Cawang. Pemerintah menjamin proyek LRT tidak akan bernasib sama dengan monorel yang mangkrak.

KATADATA ? Presiden Joko Widodo meresmikan pembangunan proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) tahap I yang menghubungkan Cibubur-Cawang. Presiden memastikan proyek ini tidak akan bernasib seperti monorel yang terhenti pembangunannya alias mangkrak.

Dia mengatakan, proyek LRT sudah direncanakan secara matang dan bisa dimulai tanpa masalah, yakni sejak dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2012. Perencanaan pembangunan dilakukan Adhi Karya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

?Ini kan memulai sesuatu yang tidak ada masalah, mulai dari nol. Kalau monorel dulu memang sudah ada masalah sehingga harus diurai. Mengurai masalah ternyata tidak mudah, tidak rampung,? kata Jokowi, panggilan akrab Presiden, seusai pemancangan tiang pertama (groundbreaking) proyek LRT di sisi jalan tol Jagorawi, kawasan Taman Mini, Jakarta, Rabu (9/9).

Hadir dalam acara ini Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofyan Djalil, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Kiswodarmawan dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Adityawarman.

Satu-satunya masalah dalam proyek LRT, Presiden mengakui, adalah payung hukum. Tapi itu sudah terselesaikan dengan ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2015. ?Ternyata setelah saya tandatangani Perpresnya, dalam seminggu proyeknya dapat dimulai,? kata Jokowi.

Dia berharap proyek ini dapat rampung sebelum Asian Games 2018 mendatang. ?Hal yang paling penting adalah LRT ini harus terintegrasi dengan modal transportasi publik lainnya seperti kereta bandara, kereta cepat, Trans Jakarta,? ujar Jokowi.

Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Kiswodarmawan mengatakan, pembangunan LRT ini berdasarkan studi dari survei lalu lintas oleh Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung. Dalam studi tersebut ternyata 64 persen kendaraan yang memasuki Jakarta berasal dari wilayah Cibubur dan juga Bekasi. Proyek kemudian dibangun di pinggir tol milik Jasa Marga supaya meminimalisasi pembebasan lahan.

Kiswodarmawan mengatakan, nantinya LRT tahap 1 ini akan memiliki 21 stasiun dan memiliki kecepatan 60 sampai 80 kilometer per jam. Headway atau waktu kedatangan antar-LRT juga ditargetkan hanya 2 menit. ?Daya angkutnya 24 ribu penumpang, ketika rush hour bisa dua kali lipatnya,? kata dia.

Ada dua tahap pembangunan LRT yang dikerjakan Adhi Karya dengan jarak sepanjang 83,6 kilometer (km). Tahap I meliputi ruas Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, Cawang-Dukuh Atas sepanjang 42,1 km. Total biaya pembangunan tahap I ini mencapai Rp 23,8 triliun. Sedangkan pada tahap II terdiri dari Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol dengan panjang 41,5 km.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait