Rupiah Melemah Menunggu Rilis Data Tenaga Kerja AS

Jika the Fed menaikkan suku bunga pada bulan ini rupiah diperkirakan makin lemah tapi setelah itu akan menguat
Aria W. Yudhistira
4 September 2015, 14:38
Katadata
KATADATA
Pegawai sedang menghitung uang di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, beberapa waktu lalu.

KATADATA ? Kurs rupiah kembali melemah pada perdagangan hari ini di tengah ketidakpastian rencana kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS). Terutama, menjelang keluarnya rilis data tenaga kerja AS.

Rully Nova, analis pasar uang dari Bank Saudara, mengatakan pasar memperkirakan data tersebut akan menunjukkan indikasi perekonomian di AS akan membaik. Ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi dan perdagangan ritel yang meningkat. Dengan demikian, pasar memproyeksikan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada bulan ini.

?Setiap ada data di AS yang dirilis sangat diperhatikan pasar. Mereka akan berjaga-jaga menghindari mata uang berisiko seperti rupiah. Menjelang rilis, mereka pilih pegang dolar AS,? kata Rully saat dihubungi Katadata, Jumat (4/9).

Pada perdagangan hari ini, rupiah dibuka pada level Rp 14.176 per dolar AS, lebih rendah dari penutupan kemarin Rp 14.170 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah diperdagangkan di rentang harga Rp 14.171-Rp 14.204 per dolar AS.

Advertisement

Seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian di negara Paman Sam tersebut, Rully memperkirakan, rupiah bisa terus melemah ke level Rp 14.300 hingga Rp 14.400 per dolar AS, sampai the Fed menaikkan suku bunganya.

Menurut dia, semakin lama the Fed mengambil keputusan maka rupiah akan terus tersandera. Namun, bila kenaikan itu dilakukan pada September ini rupiah akan melemah, tetapi setelah itu akan kembali menguat.

?Ada data yang mix antara menguat dan melemah, itu membuat perkiraan kenaikan Fed Rate akan diundur. Tetapi data terakhir malam nanti, data tenaga kerja apakah akan positif? Itu akan memperkuat kenaikan Fed Rate (dilakukan) September ini,? tutur dia.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, rilis aplikasi kredit pemilikan rumah (KPR) atau MBA mortgage applications yang diperkirakan meningkat. Kemudian ada perbaikan data tenaga kerja atau ADP employment change, serta produktivitas nasional di luar produk pertanian atau nonfarm productivity di AS memberikan sentimen penguatan dolar AS.

Di sisi lain, masih berlanjutnya pelemahan pada sejumlah mata uang regional, seiring belum kuatnya data-data yang dirilis membuat laju rupiah ikut tenggelam ke zona merah.

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait