Kementerian PUPR Percepat Lelang Proyek APBN 2016

Proses lelang yang dipercepat untuk mencegah terjadinya terulangnya kejadian tahun ini yang terlambat melakukan penyerapan anggaran
Aria W. Yudhistira
28 Agustus 2015, 16:13
Katadata
KATADATA
Pekerja tengah menyelesaikan pembangunan proyek jalan tol.

KATADATA ? Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan lelang dini untuk proyek tahun anggaran 2016. Total nilai proyek yang lelangnya siap dipercepat mencapai Rp 28,3 triliun.

Direktur Jenderal Bina Marga Hediyanto mengatakan, pada bulan ini saja pihaknya telah melelang sejumlah proyek senilai Rp 3,7 triliun. Pada September, proyek yang akan dilelang senilai Rp 7,62 triliun, kemudian pada Oktober Rp 8,5 triliun. Sedangkan pada November dan Desember masing-masing sebesar Rp 5,74 triliun dan Rp 2,76 triliun.

?(Lelang) ini agar keterlambatan lelang yang terjadi pada tahun ini tidak terulang lagi tahun depan,? kata Hediyanto di kantornya, Jakarta, Jumat (28/7).

Secara total terdapat 61 paket proyek di 15 provinsi yang dilelangkan pada Agustus ini. Dari jumlah itu, 30 paket senilai Rp 1,92 triliun berasal dari APBN 2016, sedangkan 31 paket senilai Rp 1,78 triliun berasal dari yang dibiayai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). ?Untuk SBSN kami telah membicarakannya dengan Kementerian Keuangan dan telah diberikan persetujuan,? kata Hediyanto.

Advertisement

Dalam nota keuangan RAPBN 2016, Kementerian PUPR telah mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp 103,8 triliun. Dari jumlah itu, Ditjen Bina Marga mendapatkan Rp 46,28 triliun atau hanpir separuh dari total pagu anggaran Kementerian PUPR.

Hediyanto memberitahu, jika berjalan lancar, pada Januari 2016 pihaknya sudah dapat menandatangani kontrak senilai Rp 16,73 triliun. (Baca: Serapan Anggaran Rendah, Kementerian PU akan Tambah Jam Kerja)

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Taufik Widjojono mengatakan, proses lelang proyek ini telah mendapatkan persetujuan DPR. ?Kami sudah lapor. DPR sudah bilang oke, tapi kan teken kontraknya nanti,? kata dia.

Taufik juga memastikan proyek yang dilelang ini adalah proyek yang 100 persen sudah pasti akan dikerjakan. ?Kami sudah bisa prediksi mana yang pasti dan mana proyek yang setengah pasti,? ujarnya.

Pada tahun ini, tingkat penyerapan anggaran Kementerian PUPR terbilang rendah. Hingga Agustus, serapan anggarannya baru mencapai Rp 31,2 triliun atau 26,3 persen dari total anggaran Rp 118,6 triliun. 

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait