Gandeng TNI dan Polri, Rizal Bentuk Gugus Tugas Anti Mafia Pelabuhan

Gugus tugas ini kami siapkan karena kami paham Tanjung Priok banyak mafia makanya kami akan sikat yang masih ada
Aria W. Yudhistira
25 Agustus 2015, 15:02
Katadata
KATADATA
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, beberapa waktu lalu.

KATADATA ? Menteri Koordinator BIdang Kemaritiman Rizal Ramli membentuk gugus tugas (task force) khusus untuk menyelesaikan persoalan waktu tunggu bongkar muat atau dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok.

Gugus tugas tersebut akan membenahi perizinan impor sekaligus pihak-pihak yang dicurigai berperan dalam lambatnya proses dwelling time tersebut. Rizal mengatakan, gugus tugas tersebut akan dipimpin Ronnie Higuchi Rusli, mantan penasehat ahli ekonomi Fraksi TNI/ Polri dan Fraksi Partai Demokrat, yang sekarang menjadi dosen di Universitas Indonesia.

Nantinya, gugus tugas akan beranggotakan delapan orang. Termasuk di dalamnya dua jenderal Angkatan Darat, dua laksamana Angkatan Laut, serta dua jenderal Polri. Adapun dari Kementerian Koordinator Kemaritiman ditunjuk Agung Kuswandono, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Laksamana (Purn) Marsetio, mantan Kepala Staf Angkatan Laut yang sekarang menjabat Staf Khusus Menko Kemaritiman.

?Gugus tugas ini kami siapkan karena kami paham Tanjung Priok banyak mafia, makanya kami akan sikat yang masih (ada),? kata Rizal di kantornya, Jakarta, Selasa (25/8). (Baca: Parkir Lebih dari Tiga Hari, Kontainer Akan Dikeluarkan Paksa)

Advertisement

Masa kerja gugus tugas itu hanya akan sampai Oktober nanti, dan diharapkan dapat mengatasi ruwetnya permasalahan di sana. ?Apalagi seperti kami lihat Tanjung Priok itu tidak jelas siapa tuannya (pemimpinnya), maka kami benahi langsung,? kata Rizal.

Ronnie Higuchi Rusli yang dikonfirmasi Katadata mengatakan, pihaknya akan segera melakukan tinjauan lapangan serta pengecekan dari pre-clearance hingga post-clearance. Dia berharap pada Oktober nanti, dwelling time dapat diturunkan sesuai target Presiden Joko Widodo yakni 4,7 hari.

?Jadi kami tinjau lagi semua beserta seluruh kementerian dan lembaga yang ada di sana,? kata dia.

Dalam pandangannya, keberadaan mafia di Pelabuhan Tanjung Priok sangat nyata. Ketika ditanyakan siapa mafia yang dimaksud, Ronnie menjelaskan, mafia tersebut adalah oknum di masing-masing K/L yang kerap memainkan perizinan dokumen ekspor dan impor.

?Itu (mafia) sudah tidak bisa dibedakan, makanya tim dibuat di sini (Kemenko Maritim),? kata Ronnie.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait