Pasar Saham Global Anjlok Terimbas Kekhawatiran Ekonomi Cina

Indeks manufaktur Cina turun ke level terendah dalam enam tahun terakhir
Aria W. Yudhistira
21 Agustus 2015, 14:34
Katadata
KATADATA
Pasar saham global anjlok setelah hasil survei indeks manufaktur Cina menunjukkan titik terendah dalam enam tahun terakhir.

KATADATA ? Pasar saham global berguguran setelah muncul sinyal kekhawatiran ekonomi Cina akan merosot lebih cepat. Kekhawatiran ini meningkat setelah survei terhadap sektor manufaktur atau purchasing manager index (PMI) Cina berada di posisi 47,1 poin pada Agustus, lebih rendah dari ekspektasi 47,7 poin.

Hasil survei tersebut sekaligus menunjukkan permintaan domestik maupun ekspor terhadap hasil industri Cina merosot tajam. Sebelumnya Cina sudah mendevaluasi mata uangnya untuk menaikkan daya saing ekspornya. Ini kemudian menimbulkan kecemasan karena akan memukul pertumbuhan ekonomi dunia, dan mengakibatkan pasar keuangan jatuh.

Di Asia, indeks saham Nikkei turun hampir 3 persen, Hang Seng melemah hampir 2 persen, sedangkan KOSPI tercatat turun 2 persen. Di bursa Singapura, indeks Strait Times turun 1,53 persen, sementara indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa Jakarta tercatat turun 2 persen.

?Akibat ketidakpastian ekonomi Cina, apa yang akan dilakukan Beijing (terkait kebijakan moneter) dan bagaimana dampaknya ke pasar saham global,? kata Takuya Takahashi, analis di Daiwa Securities seperti dikutip dari Guardian.

Advertisement

Analis Asia Financial Network Agus Susanto Benzaenuri memperkirakan, penurunan indeks masih akan berlanjut terutama karena belum ada tanda-tanda pemulihan ekonomi global. Kendati demikian, IHSG masih berpeluang untuk mengalami pertumbuhan mengingat kinerja sebagian besar emiten masih positif.

Menurut dia, emiten di sektor properti dan keuangan masih akan menjadi penggerak pasar. ?Meskipun dibayangi perlambatan ekonomi, baik domestik maupun global,? kata dia saat dihubungi Katadata, Jumat (21/8).

Reporter: Muhammad Kahfi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait