Bappenas Akan Aktifkan Lagi Deputi Infrastruktur

Sofyan Djalil mengaku sudah bertemu Presiden Joko Widodo mengenai rencana pengaktifan kembali kedeputian infrastruktur tersebut
Aria W. Yudhistira
20 Agustus 2015, 10:16
Katadata
KATADATA
Menteri PPN/ Kepala Bappenas Sofyan Djalil.

KATADATA ? Kementerian Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan menghidupkan kembali kedeputian yang membidangi infrastruktur. Bappenas pada Mei lalu menghapus Deputi Sarana dan Prasarana dengan alasan perampingan organisasi.

Menteri PPN/ Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengatakan, pengaktifan kembali kekedeputian ini karena pemerintah membutuhkan perencanaan pembangunan infrastruktur. ?Kedeputian ini akan kami reactivate lagi,? kata dia di kantornya tadi malam.

Sofyan menyatakan, dirinya telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo untuk mengaktifkan kedeputian ini. Selambat-lambatnya, kata dia, bulan Oktober kedeputian ini akan kembali aktif pada Oktober nanti.

?Saya sudah bertemu dengan Presiden dan kami sepakat untuk merevisi Perpres (tentang pembubaran kedeputian infrastruktur),? kata Sofyan. (Baca: Menteri Basuki Keluhkan Penghapusan Deputi Bappenas)

Advertisement

Nantinya, untuk mengisi jabatan eselon I di kedeputian tersebut, Bappenas akan melakukan lelang jabatan berdasarkan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Andrinof Chaniago, Menteri PPN/ Kepala Bappenas sebelumnya, membubarkan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana dalam rangka efisiensi organisasi Bappenas pada Mei lalu. Nantinya, lingkup kerja kedeputian itu akan dimasukkan ke dalam deputi lain.

Dengan perombakan ini, Bappenas berharap nantinya pembangunan infrastruktur tidak menyimpang dengan perencanaan yang telah ada. Andrinof mencontohkan proyek pembangunan kereta batubara di Kalimantan dan Pelabuhan Cilamaya yang sempat meleset dari sasaran perencanaan.

?Kami tidak ingin perencanaan pembangunan infrastruktur ini menjadi menyimpang dari perencanaan-perencanaan pembangunan lainnya,? ujarnya.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait