Neraca Perdagangan Juni Surplus US$ 477 Juta

Secara kumulatif selama semester I2015 neraca perdagangan Indonesia masih mengalami surplus US 44 miliar
Aria W. Yudhistira
15 Juli 2015, 12:46
Katadata
KATADATA
Aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta, beberapa waktu lalu.

KATADATA ? Neraca perdagangan pada Juni 2015 tercatat surplus sebesar US$ 477 juta, turun dibandingkan Mei  sebesar US$ 955 juta. Penurunan surplus tersebut lantaran ada kenaikan dari sisi impor sebesar 11,6 persen dari bulan sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menuturkan, kenaikan sisi impor ini berasal dari barang konsumsi yang meningkat 7,3 persen dibandingkan Mei. Kenaikan ini wajar mengingat ada peningkatan permintaan sejak menjelang puasa dan lebaran.

?Walaupun kami harap bisa dipenuhi di dalam negeri,? kata dia di kantornya, Jakarta, Rabu (15/7).

Kenaikan impor juga diikuti oleh barang modal dan bahan baku, yang masing-masing naik 11 persen dan 12,1 persen dibandingkan Mei. Suryamin menjelaskan, kenaikan impor dari kedua barang ini menunjukkan adanya peningkatan investasi di dalam negeri. Apalagi, mayoritas impor merupakan mesin dan alat kelistrikan ataupun mesin dan alat mekanik.

Advertisement

?Dibandingkan Mei, mulai ada kenaikan impor mesin dan alat kelistrikan juga mesin dan alat mekanik. Mudah-mudahan bisa menggenjot pembangunan infrastruktur," tutur dia.

Secara kumulatif, selama semester I-2015, neraca perdagangan Indonesia masih mengalami surplus US$ 4,4 miliar. 

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait