Bea Cukai Sarankan Bangun Pusat Logistik di Papua dan Kaltim

Pembangunan gudang peti kemas untuk mengurangi masa dwelling time Bea Cukai dari 06 hari menjadi 05 hari
Aria W. Yudhistira
3 Juli 2015, 19:53
Katadata
KATADATA
Suasana di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

KATADATA ? Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai menyarankan pembangunan pusat logistik di Sorong, Papua atau di wilayah Kalimantan Timur. Pembangunan pusat logistik tersebut berupa gudang peti kemas tersebut untuk mengurangi kepadatan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan proposal penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) pembangunan pusat logistik tersebut. Dia berharap, gudang peti kemas itu bisa terealisasi pada 2016 dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

?Kami harap kehadirannya dapat menarik barang-barang yang biasanya parkir di Tanjung Priok,? kata Heru saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jumat (3/6).

Perpres, kata Heru, diperlukan lantaran pembangunannya memerlukan koordinasi lintas kementerian. Antara lain, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Advertisement

?Yang pasti kami dorong swasta, Pemerintah hanya menyiapkan insentif fiskal, prosedur, serta regulasi,? kata Heru.

Adapun dari sisi pembenahan pre-custom clearance, Heru menjelaskan, pihaknya akan mengevaluasi ketentuan larangan pembatasan barang ekspor dan impor. Sedangkan di sisi post-custom clearance dia berjanji akan mengintegrasikan sistem logistik, mulai dari trucking, delivery order, hingga pembayaran lewat perbankan di satu pintu.

?Kami juga upayakan percepatan penarikan kontainer dari Tempat Penimbunan Sementara (TPS) ke pemeriksaan fisik dengan  meningkatkan koordinasi dengan operator pelabuhan dan pemilik barang,? Jelasnya.

Heru memberitahu bahwa usaha-usaha ini dilakukan untuk mengejar target dwelling time Ditjen Bea Cukai hingga mencapai 0,5 hari pada akhir tahun atau turun dari saat ini yakni 0,6 hari.

Sebelumnya Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino meminta agar Bea dan Cukai dapat berperan sebagai pemimpin utama dalam mengatasi dwelling time di pelabuhan tanjung Priok ini. Lino memberitahu bahwa di pelabuhan seluruh dunia hal-hal seperti ini diurus oleh Bea Cukai.

?Terserah pemerintah siapa yang mau jadi leadernya, tapi kalau dari saya lebih baik Bea Cukai,? katanya.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait