Pasar Masih Optimistis, Penerbitan SUN Kelebihan Permintaan

Krisis Yunani tidak terlalu berpengaruh dalam jangka panjang investor masih optimistis terhadap perekonomian Indonesia
Aria W. Yudhistira
3 Juli 2015, 10:31
Katadata
KATADATA
Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta.

KATADATA ? Pemerintah menilai pelaku pasar masih optimistis terhadap perekonomian Indonesia. Ini terlihat dari masih tingginya minat terhadap surat utang yang diterbitkan pemerintah.

Misalnya, kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, lelang surat utang negara (SUN) pada Selasa pekan lalu yang mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribes hingga 3,5 kali. Pemerintah menargetkan Rp 12 triliun, tapi penawaran yang masuk mencapai Rp 40 triliun.

Begitu juga, pada lelang SUN berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (29/6) pun mengalami kelebihan permintaan hingga 1,6 kali. Dari target indikatif US$ 500 juta, jumlah permintaan yang masuk mencapai US$ 820 juta. Penawaran surat berharga syariah negara (SBSN) juga melebihi target Rp 2 triliun, yakni mencapai Rp 3,8 triliun.

?Karena tingginya minat investor, maka rata-rata yield (imbal hasil) SUN turun per 30 Juni menjadi 8,29 persen dari posisi per 12 Juni 8,65 persen,? kata Bambang di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (2/7).

Advertisement

Dari lelang tersebut, dia menyebutkan, kepemilikan asing mencapai 35 persen. Meski demikian, masuknya asing ini masih aman karena berorientasi jangka panjang.

?Kepemilikan asing ini baik, karena berorientasi jangka panjang makanya cari yang (tenor) 5 tahun-10 tahun. Ini tidak come and go, tapi konservatif,? kata dia.

Menurut Bambang, kelebihan permintaan terhadap penerbitan obligasi negara menunjukkan risiko investasi di Indonesia sudah berkurang. Dalam jangka panjang, investor masih optimistis terhadap perekonomian Indonesia, meski pertumbuhan ekonomi diperkirakan hanya 5,2 persen dari target 5,7 persen pada tahun ini.

Dalam pertimbangan pemerintah, krisis Yunani tidak terlalu berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia. Ini terlihat dari modal asing masuk (capital inflow) hingga Juni 2015 mencapai Rp 3,9 triliun ke pasar saham dan Rp 76 triliun ke pasar obligasi.

?Kalau nggak ada (isu) Yunani, saya yakin oversubscribe-nya tinggi. Karena konsolidasi Yunani siapa yang berani. Orang akan lihat apakah Yunani akan keluar dan bisakah Uni Eropa bertahan tanpa Yunani? Begitu juga sebaliknya. Jadi pengaruhnya ke Euro Bond,? kata dia. 

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait