Subsidi Listrik 2016 Diusulkan Naik Jadi Rp 73 Triliun

Mulai tahun depan pemerintah akan mengalihkan subsidi listrik untuk golongan pengguna 450 volt ampere VA dan 900 VA dengan mekanisme subsidi langsung
Aria W. Yudhistira
30 Juni 2015, 16:38
Katadata
KATADATA
Pemerintah mulai tahun depan akan mengubah mekanisme penyaluran subsidi listrik.

KATADATA ? Pemerintah akan mengalihkan subsidi listrik untuk golongan pengguna 450 volt ampere (VA) dan 900 VA mulai tahun depan. Meski begitu, anggaran subsidi listrik diusulkan naik 9,5 persen menjadi Rp 73,1 triliun yang akan disalurkan secara langsung.

Direktur Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan, kenaikan anggaran subsidi lantaran ada proyeksi penambahan 3 juta pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang berasal dari golongan pengguna listrik bersubsidi.

?Ini imbas dari pertumbuhan penjualan listrik 7,5 persen pada tahun ini dan bertambahnya pelanggan PT PLN golongan subsidi sebanyak 3 juta konsumen,? kata Jarman dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR di Jakarta, Selasa (30/6).

Dia mencatat, saat ini total penerima subsidi mencapai 44,6 juta kepala keluarga (KK), yakni pengguna sambungan 450 VA sebesar 22,7 juta KK. Sedangkan yang mendapat sambungan 900 VA sebanyak 21,9 juta KK.

Advertisement

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, tambahan subsidi tersebut masih bisa dikurangi lagi dengan mengupayakan agar penyaluran subsidinya tepat sasaran.  Nantinya, kelebihan anggaran subsidi bisa dipakai untuk membangun infrastruktur listrik. Terutama, untuk meningkatkan rasio elektrifikasi melelui program listrik pedesaan.

Kemudian, pemerintah juga mengupayakan peningkatan efisiensi pembangkit listrik dengan menggunakan bahan bakar gas dan batubara. Selanjutnya untuk pengembangan energi baru dan terbarukan khususnya di pulau terluar.

?Kami ingin arahkan agar subsidi listrik langsung untuk pelanggan rumah tangga miskin dan rentan untuk berdaya 450 VA dan 900 VA. Idealnya (subsidi) ini dikaitkan dengan program pemerintah yang lain di mana sudah teridentifikasi dengan kartu keluarga sejahtera,? kata dia.

Anggota Badan Anggaran Eki Muharram mengatakan, semestinya pemerintah lebih mendorong efisiensi beban operasional PLN ketimbang mencabut subsidi pengguna golongan 450 VA dan 900 VA. Pencabutan subsidi di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dapat berdampak pada turunnya daya beli.

?Seberapa bisa PLN melakukan efisiensi operasi, bukan hanya efisiensi terkait subsidi. Jadi bagaimana misalnya susut jaringan, pemeliharaan. Data ini penting agar kami tahu kalau ada perubahan program itu baik tidak??

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait