Suku Bunga The Fed Belum Naik, Rupiah Masih Akan Bergejolak

Bank Indonesia BI menilai kinerja perekonomian dalam negeri masih sangat terpengaruh situasi global
Aria W. Yudhistira
17 Juni 2015, 14:19
Katadata
KATADATA
Belum jelasnya keputusan the Fed menaikkan suku bunga mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.

KATADATA ? Tekanan terhadap nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir tahun ini. Ketidakpastian tersebut lantaran bank sentral Amerika Serikat (AS), the Fed, belum menaikkan tingkat suku bunganya.

Mantan Menteri Keuangan M. Chatib Basri memperkirakan tingkat suku bunga the Fed belum akan naik pada pertengahan tahun ini. Kenaikan paling cepat pada akhir tahun atau tahun depan.

?Setiap keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) mempengaruhi persepsi pasar,? kata Chatib saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (17/6).

Menurutnya, belum jelasnya kebijakan the Fed turut mempengaruhi mata uang di negara lain seperti Brasil dan Afrika Selatan. Dalam penilaiannya, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sudah mengantisipasi kebijakan tersebut. ?Ini kecenderungan global yang sedang terjadi,? katanya.

Advertisement

Dalam pandangan Chatib, jika the Fed segera menaikkan suku bunganya, akan efektif untuk meredam spekulasi pasar yang menyebabkan rupiah berada dalam ketidakpastian.

?Jadi seperti (Ben) Bernanke dulu menaikkan Fed Fund Rate pada 2013, itu market semua price in (menyesuaikan harga) dan exchange rate (nilai tukar) akan jadi stabil,? kata dia.

Bank Indonesia (BI) menilai kinerja perekonomian dalam negeri masih sangat terpengaruh situasi global. Harga komoditas yang masih belum membaik mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia.

?Menurut saya faktor eksternalnya besar sekali. Memang bisa dibantu kalau pemerintah mempercerpat mencairkan anggaran,? tutur Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara usai pelantikan Erwin Rijanto sebagai Deputi Gubernur BI di Jakarta, Rabu (17/6).

Dia menuturkan, perlambatan ekonomi yang hanya 4,71 persen pada kuartal I disebabkan melambatnya pertumbuhan ekonomi di daerah penghasil komoditas. Seperti, Kalimantan yang hanya tumbuh 1 persen, serta Sumatera hanya mampu tumbuh 3 persen. Rendahnya tingkat pertumbuhan di luar Jawa itu tidak mampu mengimbangi pertumbuhan Jawa sebesar 5,3 persen-5,4 persen.

Dari data Bloomberg, rupiah pada pagi ini tercatat melemah hingga 11,15 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp 13.358 per dolar AS. Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini tercatat sebesar Rp 13.367 per dolar AS, melemah dari posisi kemarin Rp 13.333 per dolar AS.

Reporter: Desy Setyowati, Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait