Pasokan BBM Selama Lebaran Ditambah

Kementerian ESDM juga memprediksi pusat kemacetan akan berada pintu keluar tol Palimanan menuju Cirebon Cikapali dan pintu keluar tol Kanci menuju Brebes
Aria W. Yudhistira
10 Juni 2015, 19:14
Katadata
KATADATA
Pemerintah menjamin pasokan BBM mencukupi untuk kebutuhan selama lebaran.

KATADATA ? Pemerintah menambah jumlah pasokan bahan bakar minyak untuk mengantisipasi adanya kenaikan konsumsi selama puasa dan lebaran.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) I.G.N. Wiratmaja Puja mengatakan, akan menambah pasokan Premium 18 persen, Avtur naik 10 persen, elpiji naik 5 persen, dan pasokan Solar turun 11 persen. Hal ini untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi pada saat puasa dan lebaran.

?Biasanya kenaikan konsumsi BBM, terutama Premium dan Avtur, mulai meningkat pada awal puasa dan naik tajam dua pekan sebelum lebaran. Konsumsi menurun pada saat hari raya, namun meningkat dua hari kemudian karena banyak anggota masyarakat yang berwisata,? kata dia di Plaza Centris, Jakarta, Rabu (9/6).

Estimasi Kementerian ESDM, setiap puasa dan lebaran konsumsi Premium naik dari 76.258 kilo liter (kl) menjadi 89.817 kl, Avtur naik 10 persen dari rata-rata harian normal 11.534 kl menjadi 12.701 kl dan elpiji naik 5 persen dari rata-rata harian normal 19.793 metrik ton (MT) menjadi 20.517 MT.

Advertisement

Berbeda dengan BBM lainnya, untuk konsumsi Solar mengalami penurunan. Ini karena kegiatan industri libur dan truk-truk dilarang beroperasi. Dengan begitu, konsumsi Solar pun diprediksi turun 11 persen dari rata-rata harian normal 37.228 kl menjadi 33.250 kl.

Selain itu, Kementerian ESDM juga memprediksi pusat kemacetan akan berada pintu keluar tol Palimanan menuju Cirebon (Cikapali) dan pintu keluar tol Kanci menuju Brebes. Ini berbeda dari tahun sebelumnya di mana pusat kemacetan arus mudik di daerah Cikampek.

Mengantisipasi hal tersebut, akan dilakukan penambahan dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) baru di ruas tol Cikapali serta penyiapan mobil tangki penuh yang stand by di dekat SPBU yang cukup padat.

Pemerintah juga membentuk posko satuan tugas (Satgas) untuk pemantauan tersedianya BBM dan elpiji serta kesiapan pelayanan kepada masyarakat konsumen di Kantor Kementerian ESDM, Kantor Pusat Pertamina dan setiap kantor region Pertamina. Ini dilakukan untuk mengantisipasi aduan masyarakat.

Untuk memperkuat ketahanan stok, Pertamina diminta untuk melakukan penambahan impor minyak. Mengingat rata-rata ketahanan stok selama bulan puasa dan lebaran yaitu Premium 17,8 hari, Solar 23,6 hari, Avtur 25,4 hari, Pertamax 25,2 hari, Pertamax Plus 37,6 hari, dan elpiji 18,1 hari.

Upaya lainnya yang dilakukan pemerintah untuk mengamankan pasokan adalah memastikan ketersediaan BBM di sekitar terminal BBM. Kemudian penambahan armada mobil tangki yang disesuaikan dengan peningkatan permintaan, meningkatkan ketahanan stok di SPBU, dan meminta SPBU beroperasi 24 jam.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait