SMF Suntik Pinjaman Rp 1,5 Triliun ke BTN

Dana tersebut diarahkan bagi masyarakat menengah ke bawah yang tidak mendapatkan KPR bersubsidi
Aria W. Yudhistira
28 Mei 2015, 09:45
btn-bank-tabungan-negara-2.jpg
PT Sarana Multigriya Finansial memberikan pinjaman Rp 1,5 triliun kepada BTN untuk membangun perumahan untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

KATADATA ? PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menyuntikkan dana Rp 1,5 triliun kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Dana tersebut akan dipakai untuk mendukung program sejuta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Direktur Utama SMF Raharjo Adisusanto mengatakan, penyaluran dana ke BTN tersebut merupakan pembiayaan sekunder untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah.

?Pinjaman ini juga kami harapkan akan mempercepat pertumbuhan KPR,? kata Raharjo di Gedung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Rabu (27/5).

Penyaluran Rp 1,5 triliun ini akan menambah suntikan dana yang telah dikeluarkan sebesar Rp 2 triliun sebelumnya. Dengan demikian total KPR yang diberikan pada tahun ini akan mencapai Rp 3,5 triliun, ?Kami harap Rp 1,5 triliun dapat cair Juni ini,? lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, pemberian pinjaman Rp 1,5 triliun ini diarahkan bagi masyarakat menengah ke bawah yang tidak mendapatkan KPR bersubsidi. Namun segmen tersebut tetap masuk dalam program sejuta rumah.

?Karena ini non-subsidi, maka juga ada beberapa lembaga pembiayaan yang membantu dengan bunga yang berbeda,? kata Maryono.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyambut baik fasilitas pinjaman kerjasama SMF dan BTN. Hal ini merupakan dukungan bagi pemerintah dalam melaksanakan program sejuta rumah.

Seperti diketahui Kementerian Pekerjaan Umum menganggarkan dana sebesar Rp 5,1 triliun untuk penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Namun anggaran itu hanya cukup membiayai 250 ribu rumah.

?Maka kami jelas membutuhkan anggaran lebih besar dari itu (Rp 5,1 triliun) untuk mengejar program sejuta rumah,? kata Basuki.

Selain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), BTN, FLPP, Basuki juga akan mendorong penggunaan dana dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk membangun rumah bagi MBR. Dia menambahkan Real Estate Indonesia (REI) juga telah berkomitmen untuk membangun 230 ribu unit rumah pada tahun ini.

?Yang pasti kami aktif meningkatkan sumber daya (pendanaan) untuk mewujudkan program sejuta rumah,? ujar Basuki.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait