Empat Kebijakan untuk Atasi Defisit Transaksi Berjalan

Kebijakan ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan defisit neraca transaksi berjalan yang terancam oleh aliran modal keluar seiring rencana bank sentral AS menaikkan suku bunga
Aria W. Yudhistira
Oleh Aria W. Yudhistira
16 Maret 2015, 16:53
Katadata
KATADATA
Menko Perekonomian Sofyan Djalil.

KATADATA ? Pemerintah mengeluarkan empat kebijakan untuk mengatasi permasalahan ekonomi dalam negeri, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Paket kebijakan ini termasuk dalam tahap awal paket kebijakan reformasi struktural perekonomian yang disiapkan pemerintah. ?Yang utama empat kebijakan, tapi ada turunannya,? kata Menko Perekonomian Sofyan Djalil susai rapat koordinasi di kantornya, Jakarta, Senin (16/3).

Keempat kebijakan tersebut, yakni pemberian insentif pajak bagi perusahaan yang 30 persen produknya untuk ekspor, pembebasan visa kepada wisatawan dari empat negara, yakni Cina, Korea, Jepang, dan Rusia. Kemudian kebijakan lainnya adalah peningkatan penggunaan biofuel serta pengenaan bea masuk antidumping.

Kebijakan ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan defisit neraca transaksi berjalan yang terancam oleh aliran modal keluar seiring rencana bank sentral AS menaikkan suku bunga.

?Masalah defisit neraca transaksi berjalan harus diselesaikan segera. Tapi dengan meningkatnya ekspor, artinya defisit neraca transaksi berjalan membaik,? tutur dia.

Menkeu Keuangan  Bambang Brodjonegoro mengatakan, paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah ini lebih bersifat jangka panjang.

?Tujuan pemerintah adalah mendorong pada (neraca) transaksi berjalan. Kami bicara kebijakan yang sifatnya struktural untuk transaksi berjalan,? ujarnya.

Reporter: Desy Setyowati

Video Pilihan

Artikel Terkait