Bank Mandiri Targetkan Rp 1 Triliun dari Sekuritisasi Aset

Tahun ini Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 17 persen
Aria W. Yudhistira
23 Januari 2015, 14:03
Gedung Bank Mandiri
Arief Kamaludin|KATADATA
Bank Mandiri menargetkan meraup dana Rp 750 miliar-Rp 1 triliun dari program sekuritisasi aset KPR.

KATADATA ? PT Bank Mandiri Tbk menargetkan dapat memperoleh dana Rp 750 miliar sampai Rp 1 triliun dari program sekuritisasi aset kredit pemilikan rumah (KPR).

Direktur Keuangan Bank Mandiri Pahala N. Mansury mengatakan, perseroan hanya menargetkan angka sebesar itu lantaran aksi korporasi tersebut baru pertama kali dilakukan. Rencananya, bank akan melaksanakan program sekuritisasi pada semester I tahun ini.

?Mudah-mudahan awal Juni atau akhir Mei transaksi sekuritisasi bisa kami lakukan,? kata dia di kantornya, Jakarta, Kamis (22/1).

Dia menuturkan, program ini akan melengkapi tambahan modal dari pemerintah sebesar Rp 5,6 triliun. Meski begitu, perseroan juga akan menerbitkan obligasi sebesar Rp 8 triliun-Rp 10 triliun. Namun, rencana penerbitan utang belum ditentukan waktunya.

Advertisement

Adapun tambahan modal dari pemerintah akan dilakukan melalui penerbitan saham baru atau rights issue sebesar Rp 9,3 triliun. Pemerintah akan menyuntik modal sebesar Rp 5,6 triliun agar porsi kepemilikan saham tidak berkurang.

Pahala mengatakan, perseroan menargetkan tambahan modal tersebut akan dapat meningkatkan penyaluran kredit bank pelat merah tersebut. Tahun ini, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 17 persen. Dari target itu, porsi untuk infrastruktur diproyeksi 21 persen-22 persen.

Angka itu hanya tumbuh tipis dibandingkan porsi pada tahun lalu sebesar 20 persen dari total kredit sekitar Rp 500 triliun.

Selain itu, Bank Mandiri juga menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 13 persen dan pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) 5,8 persen.

Analis Ascend Agus Susanto Benzaenuri mengatakan, dengan tambahan modal semestinya Bank Mandiri bisa meningkatkan penyaluran kredit ke infrastruktur. Selama ini, pembiayan oleh perbankan dilakukan secara sindikasi. ?Pembiayaan proyek-proyek pemerintah semestinya jadi lebih kuat,? tutur dia.

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait