Saham Semen Berguguran, Kapitalisasi Pasar Hilang 8 Triliun

Aria W. Yudhistira
19 Januari 2015, 13:29
Indocement KATADATA|Arief Kamaludin
Indocement KATADATA|Arief Kamaludin
Kebijakan pemerintah yang menurunkan harga semen membuat harga saham emiten semen terjun bebas.

KATADATA ? Saham-saham emiten semen terjun bebas dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Senin (19/1). Penjualan yang dilakukan investor menyebabkan kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan semen itu tergerus hingga Rp 7,7 triliun selama perdagangan sesi pagi.

Saham PT Semen Indonesia Tbk tercatat turun paling tajam sebesar 775 poin atau 5,2 persen ke level Rp 14.225 per saham pada penutupan perdagangan sesi pertama. Penurunan tersebut membuat kapitalisasi pasar emiten berkode SMGR tersebut berkurang hingga 4,6 triliun dalam setengah hari.

(Baca: Pengumuman Presiden Merontokkan Saham Emiten Semen)

 

Begitu pula dengan saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk yang turun 700 poin atau 3,14 persen ke posisi Rp 22.300 per saham. Penurunan tersebut menyebabkan kapitalisasi pasar emiten berkode INTP itu hingga Rp 2,6 triliun.   

 

Sementara saham PT Holcim Indonesia Tbk tercatat turun 3,4 persen ke posisi Rp 1.980 per saham. Kapitalisasi pasar emiten berkode SMCB ini tercatat berkurang Rp 538 miliar.

 

Turunnya harga saham perusahaan-perusahaan semen tersebut seiring dengan kebijakan pemerintah yang menurunkan harga jual semen produksi badan usaha milik negara (BUMN) pada Jumat akhir pekan lalu.

Analis Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe mengatakan, turunnya harga saham emiten-emiten semen lantaran pelaku pasar panik menghadapi kebijakan pemerintah. Mereka khawatir penurunan harga semen menyebabkan margin usaha perusahaan semen merosot.

(Baca: Pemerintah Berpotensi Kembali Turunkan Harga Semen)

Meski demikian, dia menilai, kepanikan investor hanya berlangsung sementara. ?Ini karena kepanikan saja. Pekan depan, saya rasa akan kembali stabil,? kata dia saat dihubungi Katadata, Senin (19/1).

Dalam penilaian Kiswoyo, turunnya harga jual akan dimbangi dengan kenaikan volume penjualan. Apalagi pemerintah telah berkomitmen untuk meningkatkan belanja infrastruktur yang semestinya akan menaikkan permintaan. ?Besaran penurunan harga ini tidak terlalu signifikan,? kata dia.

Pada Jumat (16/1) lalu, Presiden Joko Widodo mengumumkan penurunan harga semen yang diproduksi sebesar Rp 3.000 per sak. Pengumuman tersebut berbarengan dengan kebijakan pemerintah menurunkan harga premium dan elpiji 12 kilogram. Langkah pemerintah tersebut dalam upaya menurunkan harga-harga barang kebutuhan masyarakat.

(Baca: Di Tengah Hujan Kritik Soal Kapolri, Jokowi Umumkan Penurunan Harga BBM)

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait