Saham Garuda Berpotensi Naik

Biasanya kalau terjadi musibah terhadap suatu pesawat akan ada consumer yang beralih
Aria W. Yudhistira
31 Desember 2014, 11:53
Garuda Indonesia
Donang Wahyu|KATADATA
Saham Garuda Indonesia berpotensi naik seiring turunnya harga minyak dunia dan langkah efisiensi oleh manajemen.

KATADATA ? Harga saham PT Garuda Indonesia Tbk bisa naik hingga Rp 620 per lembar pada 2015. Turunnya harga minyak dunia dan langkah efisiensi yang dilakukan manajemen bisa mendorong kinerja emiten berkode GIAA itu.

Apalagi, maskapai pelat merah tersebut dapat mengambil kesempatan dari beralihnya penumpang dari maskapai berbiaya rendah (Low Cost Carrier/ LCC) ke maskapai berpelayanan penuh (full service) seiring kecelakaan yang menimpa maskapai AirAsia.

Menurut Kepala Riset Bahana Securities Harry Su, konsumen akan cenderung beralih ke perusahaan penerbangan yang memiliki keamanan yang lebih baik.

?Biasanya kalau terjadi musibah terhadap suatu pesawat, akan ada consumer yang beralih. Penumpang akan cenderung beralih ke pesawat yang memiliki safety track record baik, seperti Garuda,? kata dia kepada Katadata, Rabu (31/12).

Advertisement

Seperti diketahui, saham beberapa perusahaan penerbangan di Asia turun setelah terjadi kecelakaan pesawat AirAsia jurusan Surabaya-Singapura pada Ahad (28/12) lalu. (Baca: Pesawat Hilang, Saham AirAsia Anjlok Hingga 7,8 Persen)

Pada perdagangan Senin (29/12), saham AirAsia turun 7,82 persen menjadi 2,71 ringgit Malaysia per saham. Begitu pun dengan saham Malaysia Airline System (MAS) jatuh 1,85 persen ke posisi 0,265 per lembar saham, dan Singapore Airline Ltd (SAL) turun 0,69 persen menjadi 11,59 dolar Singapura

Saham Garuda pun tercatat turun hingga 4,3 persen menjadi Rp 555 per saham pada penutupan perdagangan Selasa (30/12).

Akan tetapi, kata Harry Su, turunnya harga saham Garuda tersebut lantaran maskapai pelat merah itu sudah mencatatkan kenaikan harga saham yang tinggi. Saham Garuda merupakan salah satu emiten yang kinerja sahamnya paling bagus dalam tiga bulan terakhir.

Berdasarkan catatan di Bursa Efek Indonesia, kinerja saham Garuda selama kuartal IV-2014 tumbuh hingga 32 persen. ?Jadi (penurunan saham kemarin) hanya sekadar profit taking (ambil untung).?

(Baca: Ekonomi Melambat, Garuda Upayakan Efisiensi Tahun Depan)

Dia justru optimistis kinerja saham Garuda akan naik, terutama dengan berbagai upaya efisiensi yang dilakukan oleh manajemen yang baru. Seperti, merestrukturisasi jaringan penerbangan dengan mengurangi frekuensi penerbangan untuk 20 rute.

Salah satu rute yang akan dirampingkan yakni rute ke Jepang, dan menyesuaikan penerbangannya ke Australia dan Eropa. ?Ya kalau rute load factor-nya rendah, tentu harus dikurangi demi efisiensi operasional efficiency,? tutur dia.

Selain itu, harga minyak dunia yang terus turun pun turut memengaruhi kinerja Garuda. Hal ini akan mengurangi beban operasional perseroan, terutama dari kebutuhan bahan bakar. ?Bahana menargetkan harga saham Garuda di posisi Rp 620,? kata Harry.

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait