Pemerintah Siapkan Skema Buyback Obligasi Negara

Pembelian kembali SBN untuk mencegah aliran modal keluar
Aria W. Yudhistira
16 Desember 2014, 19:25
Katadata
KATADATA | Arief Kamaludin
Pemerintah menyiapkan skema pembelian kembali surat berharga negara untuk menahan laju pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS.

KATADATA ? Pemerintah menyiapkan sejumlah rencana untuk mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Salah satunya adalah dengan melakukan pembelian kembali (buyback) surat berharga negara (SBN) oleh perusahaan pelat merah.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, langkah itu diharapkan dapat mengurangi arus modal keluar di pasar SBN. Saat ini, kata dia, pemerintah memantau perkembangan di pasar SBN tiap menit.

?Kami siapkan apabila buyback SBN diperlukan,? kata Bambang dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (16/12).

Kendati begitu, pemerintah belum mau menjelaskan jumlah dana yang disiapkan untuk melakukan buyback tersebut. ?Kami siagakan skema bond stabilization, koordinasi dengan Bank Indonesia, bantu SBN di pasar sekunder,? kata dia.

Advertisement

Selain melakukan pembelian kembali SBN, pemerintah juga mendorong badan usaha milik negara (BUMN) melakukan lindung nilai atau hedging. Kemudian pemerintah akan menerapkan subsidi tetap pada tahun depan. Penerapan subsidi tetap juga ditujukan untuk memberi kepastian ketahanan fiskal jika ada gejolak harga minyak atau nilai rupiah.

?Kami ingin punya sistem belanja yang tidak menyandera APBN,? ujarnya.

Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang menyebutkan, kepemilikan asing atas SBN per 15 Desember 2014 mencapai Rp 468,96 triliun atau 38,5 persen dari total SBN yang diperdagangkan. Angka ini turun 2,5 persen dari posisi pada akhir November lalu sebesar Rp 481,2 triliun.

Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia Selasa (16/12), asing melepas Rp 1,24 triliun. Ini merupakan yang tertinggi sejak 2 Oktober lalu. Selama periode 1-16 Desember 2014, dana asing yang keluar dari lantai bursa mencapai Rp 4,25 triliun. 

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait