Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Surplus

Selama periode JanuariOktober 2014 neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit hingga US16 miliar
Aria W. Yudhistira
1 Desember 2014, 16:06
Tj. Priok KATADATA|Donang Wahyu
Tj. Priok KATADATA|Donang Wahyu
Kinerja perdagangan Indonesia pada Oktober kembali mengalami surplus.

KATADATA ? Neraca perdagangan Indonesia kembali membaik. Pada Oktober 2014, neraca perdagangan tercatat mengalami surplus US$ 23,2 juta setelah dalam dua bulan bertutur-turut mengalami defisit.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, surplus didorong oleh kenaikan ekspor produk nomigas sebesar 1,8 persen mencapai US$ 12,88 miliar. Di sektor nonmigas, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 1,13 miliar.

Angka ini lebih besar dibandingkan defisit yang terjadi disektor migas sebesar US$ 1,11 miliar. ?Pada neraca perdagangan Oktober surplus karena surplus neraca non-migas lebih tinggi dari defisit neraca migas,? katanya di Kantor BPS, Jakarta, Senin (1/12).

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 495 juta atau 29,7 persen dibandingkan September 2014.

Advertisement

Sedangkan untuk bahan bakar mineral terjadi penurunan sebesar US$ 198 juta atau 11,6 persen.  Penurunan ekspor bahan bakar mineral tersebut, menurut Suryamin, disebabkan adanya Undang-Undang 4 tahun 2009 yang melarang ekspor barang mentah.

Berdasarkan data BPS, selama periode Januari-Oktober 2014 neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit hingga US$1,6 miliar. Defisit ini masih lebih rendah daripada periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 6,4 miliar. 

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait